Showing posts with label community. Show all posts
Showing posts with label community. Show all posts

Friday, March 31, 2017

Deposito Bank : Menguntungkan, Kok! Coba Kenalan Dulu





Orang-orang lebih kenal bank sebagai tempat menyimpan dan meminjam uang. Padahal ada sejumlah layanan lain yang bisa kita nikmati. Salah satunya deposito.

Mungkin sudah pernah dengar deposito, ya? Tapi mungkin juga, belum tahu apa sih sebenarnya deposito itu. Deposito bank menguntungkan bila kita teliti memanfaatkannya.

Deposito adalah bentuk investasi tabungan jangka panjang. Konsepnya sama dengan menabung biasa, tapi tabungan deposito tak bisa diambil dalam jangka waktu tertentu dan minimal dana yang ditabung lebih besar.

Tapi jangan khawatir. Walau duit deposito tak bisa diambil sewaktu-waktu, bunganya lebih besar daripada tabungan biasa. Selisihnya bahkan cukup jauh, sehingga sangat menguntungkan.

Sebenarnya sih, kita bisa saja menarik duit yang dijadikan deposito, tapi ada sejumlah denda yang harus kita bayar. Denda ini dibebankan karena kita dianggap melanggar perjanjian.

Dengan menabung deposito, artinya kita meminjamkan uang kepada bank. Bank itu kemudian menggunakan uang itu untuk diinvestasikan.

Jika kita tiba-tiba menarik uang tersebut, tentu rencana investasi bank akan terganggu. Inilah asal muasal denda tersebut.

Karena itulah bank menawarkan pilihan jangka waktu deposito agar kita bisa menyesuaikan sehingga tak kena denda. Biasanya jangka waktu yang ditawarkan:
  • 1 bulan 
  • 3 bulan 
  • 6 bulan 
  • 12 bulan 
  • 24 bulan 
Setelah jangka waktu habis, kita bisa memperpanjang deposito secara otomatis. Skema ini disebut Automtaic Roll Over (ARO) atau Automatic Roll Over Plus (ARO+).

Perbedaan tabungan biasa dan deposito:

 
Daripada pusing numpuk duit, kenapa enggak dimasukin deposito aja? 

Tabungan biasa:
  • Minimal dana yang ditabung lebih kecil 
  • Dana bisa diambil sewaktu-waktu 
  • Bunga lebih kecil 
  • Tidak ada denda penarikan 
  • Ada biaya administrasi per bulan 
  • Bunga dihitung per hari 
Deposito:
  • Minimal dana yang ditabung lebih besar 
  • Dana bisa diambil sewaktu-waktu tapi dikenai denda 
  • Bunga lebih tinggi 
  • Tidak ada biaya administrasi per bulan 
  • Bunga dihitung sesuai akhir periode deposito 
ARO dan ARO+

Jika memakai ARO, deposito kita akan diperpanjang secara otomatis setelah periode investasi berakhir. Jangka waktu dan nominalnya pun sama.

Misalnya, jika kita sebelumnya deposito Rp 20 juta dengan periode 12 bulan. Maka nilai deposito yang diperpanjang akan sama dengan itu.

Sedangkan kalau memakai ARO+, deposito yang diperpanjang termasuk bunga deposito tersebut. Misalnya deposito kita Rp 20 juta dengan periode 12 bulan.

Setelah itu berakhir, kita mendapat bunga Rp 5 juta. Nah, yang didepositokan secara otomatis adalah Rp 20 juta + Rp 5 juta itu.

Aman dan Menguntungkan

Alasan utama orang memilih berinvestasi lewat deposito adalah kepastian keamanan dan keuntungannya. Orang yang tak begitu paham dunia investasi tetap bisa berinvestasi dengan menggunakan deposito tanpa takut bangkrut.

Soalnya, hanya bunga yang bisa mengalami penurunan tergantung pada ketentuan suku bunga. Sedangkan nilai pokok deposito tetap.

Misalnya nilai deposito Rp 20 juta. Ketika periode deposito berakhir, duit Rp 20 juta itu tidak akan berkurang sepeser pun. Tapi bunganya bisa naik bisa turun sesuai dengan suku bunga yang ditetapkan.

Ini beda dengan investasi lain, seperti properti, saham, atau reksa dana. Investasi-investasi tersebut lebih tinggi risikonya. Kalau kita tidak cermat, bisa-bisa gulung tikar.

Investasi properti, misalnya. Kalau kita beli rumah untuk berinvestasi di suatu kawasan yang bebas banjir lalu tiba-tiba kawasan itu kebanjiran, harga rumah itu sudah pasti bakal anjlok.

Karena itu, banyak perhitungan yang harus dilakukan sebelum melakukan investasi properti. Hal yang sama juga berlaku buat investasi saham, reksa dana dan investasi lain yang berisiko lebih tinggi.

 
Dalam deposito, uang dapat tumbuh dan berbunga. 

Dengan berinvestasi deposito bank, dana kita bahkan mendapat perlindungan dari pemerintah lewat program Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Tapi bank yang menjadi tempat deposito kita harus terdaftar sebagai anggota LPS. 

Deposito bank menguntungkan dengan adanya program LPS. Sebab, walau bank tersebut bangkrut, dana kita tetap aman dan utuh. Jadi bagaimana, siap berinvestasi deposito di bank? 


Monday, March 27, 2017

5 Ways Organizational Culture Impacts a Brand

5 PLACES ORGANIZATIONAL CULTURE SHOWS UP




With employee culture in the headlines, here are five ways you might not be aware your organizational culture is impacting your business, for better or for worse. 

The impact that organizational culture can have on a brand and on business profitability extend much further than employee satisfaction or employee turnover. In other words, the proof is in the pudding.

Business professionals across the globe have been talking about the importance of employee culture in the wake of the New York Times article describing Amazon culture and employee working conditions in less-than-stellar terms. While experts, ex-employees and current Amazon workers continue to weigh in on organizational culture there specifically, it’s a topic that every brand should explore. Problems in the organizational culture can create problems in many other areas of an organization. On the other hand, when you get it right, a positive employee culture can make many other parts of a business better. 

ORGANIZATIONAL CULTURE: THE PROOF IS IN THE PUDDING

Have you ever wondered about the origin of the phrase, “The proof is in the pudding?” It’s not talking about physical evidence; rather, it refers to the results. A more accurate rendering would probably be, “the proof is in the eating.” Meaning, whether or not the dish contains good ingredients and has been properly prepared will be evident when it is sampled and consumed.

The proof is in the pudding is a great analogy for organizational culture!

When it comes to organizational culture, it’s more than just having the right recipe and the right ingredients. It’s also about whether the recipe is actually followed correctly, whether it’s served up at the right temperature, at the right time, to people who are hungry for it – and a host of other variables. Perhaps that’s why actually producing a buzz-worthy, talent-attracting, customer-retaining organizational culture is so very, very difficult to achieve. 

5 AREAS ORGANIZATIONAL CULTURE SHOWS UP TO HELP OR HURT A BRAND

Customer Acquisition

Few things are more important to sustaining and growing a business than the customer experience. One bad experience gone viral can influence hundreds – or thousands – of buyers to take their business elsewhere. On the other hand, a customer experience that is unique and positive in a way that surpasses expectations could help a business attract new customers it might not ever have been able to reach.

A bad organizational culture cannot sustain a pattern of good customer experiences. Sooner or later (and probably sooner) the negativity felt behind the curtain will show up on the buyer’s side of the equation.

Employee Turnover

If more organizations took the time to tally up the true cost of high employee turnover, they would surely begin to realize that organizational culture may play a much bigger role in employee satisfaction than they ever realized. Talented employees usually know that they have the ability to work somewhere else if they aren’t happy, and for most employees, good pay is not going to compensate for the angst, stress and unhappiness experienced in a bad employee culture.

Not only will employees quit a poor culture, they’ll leave reviews about it on sites like Glassdoor that will steer other quality hires away.

Brand Reputation

As Amazon just found out, even merely the accusation that your corporate culture is suspect can be enough to cast doubt on a good brand reputation. Once the word gets out that the values on the inside might not match up to what the public thought was true, it will be an uphill battle to convince them that your brand has an admirable company culture.

Customer Retention

Customer retention and loyalty are highly dependent on whether customers feel good about doing business with you. If they have a bad experience with your company or public damage to your brand undermines the pride they felt about doing business with you, their loyalty and patronage may be up for grabs.

Profits and Profitability

If you have a subpar organizational culture, you can plan to spend more on nearly every facet of human resources and marketing. You will have to spend more on marketing and advertising to attract an adequate number of customers. You will have to invest more time and resources on recruiting, hiring and training due to high employee turnover. You will have to spend time and money on marketing and PR to correct misunderstandings or improve the way people perceive your brand, and you might have to spend a lot more on philanthropic and community efforts to repair your brand image once it’s been damaged. 


Friday, March 24, 2017

Investasi Reksa Dana : Pilihan Mendulang Uang Lebih






Doyan kulineran kan? Hayo ngaku! Nah, ternyata ada hubungannya lho antara kuliner sama berinvestasi di reksa dana.

Terkesan maksa ya? Tapi memang sengaja dihubung-hubungin biar gampang obrolin produk investasi yang belakangan ini lagi sering jadi tema khotbah pakar perencana keuangan.

Kaitannya antara menu kuliner sama reksa dana adalah sama-sama membutuhkan ‘koki’. Kalau menu makanan itu jelas-jelas ramuannya koki, nah kalau reksa dana itu peramunya adalah manager investasi.

Keduanya bertanggung jawab penuh sama hasil ‘olahannya.’ Kalau menu kuliner dirasakan di lidah, kalau reksa dana berasanya di saldo rekening yang makin membengkak.

Sebuah menu makanan pasti terdiri dari beberapa komponen seperti bumbu dan bahan baku. Tugasnya si koki meramu semuanya biar jadi menu makanan yang lezat. Begitu pun dengan reksa dana yang pada dasarnya berasal dari sejumlah komponen.

Komponen itu bisa berupa surat utang, deposito, obligasi, saham dan lain sebagainya. Tergantung dari kelihaian si manager investasi mengolah komponen itu agar keuntungan reksa dana berlipat-lipat.

Terlihat menarik bukan? Tapi tunggu dulu. Reksa dana tetap mengandung risiko, sama halnya dengan menu makanan yang dipilih.

Misalnya saja menyantap sop daging kambing pasti berisiko kolesterol dan tekanan darah naik. Kadang risiko itu diabaikan dulu lantaran tak tahan godaan sop daging kambing spesial.



Pertimbangan pilih makanan bukan sekadar kelezatannya semata tapi juga dampaknya terhadap kesehatan

Reksa dana pun demikian. Berinvestasi lewat reksa dana membuka peluang risiko yang lebih tinggi dari duit ditabung di bank atau deposito. Cuma risiko itu sepadan dengan keuntungannya yang lebih tinggi dari duit diparkir di tabungan.

Lagi-lagi sama halnya dengan menu makanan seperti sop daging kambing yang variannya banyak. Kayak sop kambing goreng, sop kambing spesial, Reksa dana juga punya banyak variannya.

Katakanlah Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) di mana produk ini isinya murni dari efek pasar uang. Efek pasar uang adalah efek utang yang jatuh temponya kurang dari setahun.

Sebut saja deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), obligasi pemerintah atau korporasi. Enaknya berternak duit di reksa dana adalah bebas pajak. Bandingkan sama deposito yang duit kita kena potongan pajak!

Terus ada lagi varian Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT). Ini merupakan reksa dana yang komposisi investasinya sampai 80 persen ditanam pada obligasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Lalu ada lagi Reksa Dana Campuran. Dari namanya sudah bisa ditebak kalau reksa dana ini kombinasi antara RDPU dan RDPT.



Tak hanya makanan yang punya varian, reksa dana juga! Ada varian RDPU, RDPT dan Campuran.

Cara bedakan varian reksa dana ini bisa dilihat dalam ‘prospektus’. Kalau di dunia kuliner, prospektus itu bisa diibaratkan menu makanan. Sebelum pesan kan mesti lihat menu makanan dulu biar tahu bedanya sop daging kambing asli Betawi sama Tegal dari komposisi ramuannya, bukan?

Sama halnya dengan reksa dana. Sebelum pilih produknya, baca prospektus itu hukumnya wajib. Kenapa? Karena dalam prospektus itu berisi panduan lengkap informasi tentang perusahaan, laporan keuangan dan ke mana larinya reksa dana itu diinvestasikan.

Prospektus ini bisa diperoleh dari manager investasi. Jadi sebelum putuskan ambil sebuah varian reksa dana, baca dulu prospektusnya.

Mirip kan kalau mau pilih sop daging kambing sesuai selera kita pasti baca menunya dulu. Ada pilihan sop daging kambing goreng, sop daging kambing spesial dan lain sebagainya yang tentu saja rasanya beda-beda.

Bila sop kambing itu diibaratkan reksa dana, maka RDPU, RDPT dan Reksa Dana Campuran itu pilihan menunya. Hasil pilihan reksa dana pun jelas berbeda-beda pula seperti beda rasa sop kambing goreng dengan spesial.

Terus rumus memilih reksa dana yang tepat bagaimana? Jawabnya sama seperti tujuan makan sop daging goreng apa yang spesial? Mau sekadar kenyang atau menikmati lidah bergoyang?

Begitu pun dengan investasi di reksa dana. Tujuan mengendapkan uang di situ untuk apa? Mau buat bekal dana pendidikan anak? Mau buat honeymoon jilid dua bareng yang tercinta? Naik haji? Tetapkanlah tujuannya dulu sebelum memutuskam ambil reksa dana sebagai kendaraan investasi dalam perencanaan keuangan.

Kalau masih bingung, silakan curhat sama manager investasi. Nanti dia akan bantu menganjurkan reksa dana yang tepat dengan tujuan berinvestasi untuk apa.

Contohnya saja dianjurkan beli produk reksa dana saham di sektor infrastruktur. Alasannya karena tarif setrum PLN naik, sehingga banyak investor yang melirik sektor infrastruktur yang tak terimbas langsung sama kenaikan listrik.


Sektor infrastruktur Indonesia

Terus apakah wajib berinvestasi di reksa dana? Ya tak ada yang bilang wajib. Lagi pula Bapepam sudah mewanti-wanti kalau investasi itu adalah dana lebih yang dimiliki. Maksudnya, ketika seseorang memiliki ‘dana lebih’ maka wajar orang berpikir bagaimana memperbanyak atau meningkatkan nilai dari dana tersebut.

Tak perlu membayangkan ‘dana lebih’ itu puluhan juta rupiah. Kelebihan reksa dana itu adalah poduk yang efisien banget karena bisa dimulai dengan dana yang relatif kecil, mulai Rp 100 ribuan.

Siap ber-reksa dana ria? Siapa takut!

Monday, March 13, 2017

Pekerjaan Sampingan Versus Pekerjaan Utama






Saat ini, memiliki pekerjaan sampingan di luar pekerjaan utama sudah dilakukan sebagian orang, dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan dan juga sebagai dana tambahan untuk tabungan.

Tidak mudah menjalankan dua pekerjaan sekaligus, apalagi jika keduanya memiliki tingkat kesibukan yang cukup tinggi. Namun, jika disiasati, Anda yang menjalankan kedua jenis pekerjaan ini tentunya dapat menyelesaikanya dengan seimbang.

Bagi Anda yang mungkin ingin mencoba menjalankan pekerjaan sampingan, sebaiknya jangan berfikir bahwa pekerjaan sampingan tersebut lebih baik dari pekerjaan utama.

4 Tips Mencari Pekerjaan Sampingan Tanpa Mengganggu Pekerjaan Utama


Sewaktu-waktu pekerjaan sampingan mungkin bisa lebih mendatangkan uang yang lebih banyak dari gaji Anda, namun di awal, hal tersebut jangan dijadikan alasan untuk mencari pekerjaan sampingan, karena akan menghambat pekerjaan utama.

Sebaiknya ikuti Tips berikut ini untuk mencari pekerjaan Sampingan tanpa harus mengganggu pekerjaan utama Anda:

1. Perhitungkan Soal Waktu

Sebelum mencari pekerjaan sampingan yang sesuai dengan minat Anda, coba perhitungkan waktu yang Anda miliki setiap harinya. Jika Anda bekerja di kantor yang dimulai sejak pukul 8 pagi hingga 4 sore, ini berarti waktu 8 Jam Anda habiskan di kantor. Itu berarti waktu luang Anda setiap harinya hanya malam hari saja. dalam waktu luang tersebut, kira-kira apa yang bisa Anda kerjakan untuk dijadikan pekerjaan sampingan.

2. Siapa Yang Akan Mengawasi Pekerjaan Sampingan?

Jika pekerjaan sampingan Anda sudah ditentukan, dan pekerjaan tersebut memerlukan seseorang yang bertugas untuk mengawasinya, karena Anda sibuk di kantor, hal ini juga harus dipikirkan. Pilih orang yang bisa dipercaya, dan mampu mengurus pekerjaan sampingan tersebut. Anda bisa memilih kerabat dekat untuk membantu mengawasi pekerjaan sampingan tersebut.

3. Mencari Pekerjaan Sampingan Yang Sesuai Hobi

Ini akan jadi menyenangkan, saat bisa bekerja sampingan dengan mengerjakan sesuatu yang kita sukai, dan bisa menghasilkan uang. Carilah pekerjaan sampingan yang mungkin cocok dengan hobi Anda. Misalnya, Anda mempunyai hobi menulis, maka usaha sampingan yang dipilih adalah menjadi penulis. Saat ini bidang menulis konten atau artikel online sedang banyak di cari. Selain itu, hobi yang dapat menghasilkan uang lainnya adalah Fotografi dan juga Jualan Online.

4. Memerlukan Modal

Kebanyakan pekerjaan sampingan yang bisa dipilih oleh seorang yang juga memiliki pekerjaan utama adalah memiliki usaha atau bisnis sendiri. untuk menjalankan usaha tersebut, setidaknya diperlukan sedikit modal agar dapat berjalan dengan maksimal.

Jika Anda memiliki cukup banyak modal, Anda bisa mencoba usaha waralaba. Usaha ini cukup mudah, dan tidak terlalu membuat Anda sibuk. Anda tinggal mencari pegawai yang bisa dipercaya untuk mengelolanya. Pekerjaan utama Anda di kantor juga tidak akan terganggu. 

Jika ingin mencari pekerjaan Sampingan diluar pekerjaan utama Anda, sebaiknya munculkan niat dari dalam diri, bahwa Anda memang memerlukan pekerjaan sampingan untuk masa depan yang lebih baik. Disamping itu, pahami juga risikonya, terutama dalam hal waktu dan juga kesehatan Anda.

Wednesday, March 8, 2017

Persiapkan Kekayaan Sejak Usia 20-an



Jangan pernah merasa terlalu dini untuk mempersiapkan kekayaan dan memiliki dana pensiun yang tepat. Bahkan kebanyakan para perencana keuangan sering merasa sedih karena klien mereka suka terlambat dalam mempersiapkan dana pensiunnya. Mereka rata-rata baru memulainya pada usia 40-an.

Harga dari penundaan tersebut akan berakibat pada strategi investasi yang lebih agresif dimana tentu saja akan lebih berisiko terkena fluktuasi pasar jangka pendek yang dapat menyebabkan hasil investasinya tergerus lebih banyak.

Namun jika dimulai sejak awal dengan strategi investasi yang bijaksana, selain membuat para pekerja muda menjadi lebih siap, perencanaan pensiun jangka panjang juga akan memperkuat fundamental ekonomi negara secara keseluruhan.

Apa saja sebenarnya yang dibutuhkan untuk memeprsiapkan perencanaan keuangan sejak dini? Berikut adalah 5 tips yang bisa dijalankan:

1. Bergaya hidup secara sederhana / secukupnya

Kuncinya adalah hidup tidak lebih dari pendapatan bulanan. Jangan boros dalam pengeluaran sehingga menjadi lebih besar pasak daripada tiang. Bila tidak dapat menyusun perencanaan keuangan sendiri, cari seorang perencana keuangan berpengalaman yang dapat membantu menghitung kebutuhan pensiun Anda dan menyusun strategi investasinya. Usahakan Anda dapat menabung 3% – 10% dari pemasukan bulanan untuk keperluan pensiun.

2. Gendutkan tabungan Anda!

Mungkin terdengar seperti lagu lama, namun ini tetap menjadi kunci kesuksesan dalam meraih kebebasan finansial. Usahakan untuk selalu menabung meskipun hanya beberapa lembar uang ribuan.

Para pekerja yang masih muda biasanya akan langsung terikat dengan pengeluaran-pengeluaran seperti membeli rumah, mobil, nikah dan lainnya. Triknya adalah dengan cara menabung lebih dulu, baru membelanjakan sisanya kemudian. Buatlah tabungan Anda menjadi autopilot dengan cara autodebet.

3. D untuk Disiplin, BUKAN Debt

Semakin cepat Anda memahami filosofi dasar ini, akan semakin baik. Jika memiliki utang, apapun bentuknya, maka harus segera di selesaikan secepat mungkin. Urutkan utang-utang tersebut dimulai dari utang yang miliki bunga paling tinggi. Bisa juga untuk menjadikan semua utang tersebut dalam satu payung jika memungkinkan dan bunganya dapat dinegosiasikan.

Kuncinya adalah membuat Anda terbebas dari utang secepat mungkin sehingga pemasukannya dapat dialokasikan lebih untuk persiapan pensiun. Langkah ini tentunya akan memberikan hasil yang jauh lebih besar di masa depan, 30-40 tahun kemudian.

4. Dana darurat hanya untuk keperluan darurat!

Secara garis besar, dana darurat minimal adalah sebanyak 3 kali pengeluaran bulanan Anda jika sendiri, dan sebanyak 6 kali pengeluaran bulanan jika Anda menikah atau mempunyai anak.

Segera sisihkan uang-uang yang Anda dapatkan ketika masa-masa makmur, simpan dalam tabungan dengan bunga paling baik dan tinggalkan. Uang tersebut adalah parasut Anda dan akan menghindarkan Anda dari kebutuhan untuk berutang atau mengganggu dana pensiun ketika keadaan sedang memburuk.

5. Analisa secara terus menerus kebiasaan pengeluaran Anda, dan lakukan penyesuaian jika dibutuhkan

Katakan saja Anda menghabiskan Rp 25 ribu untuk kebutuhan makan siang. Artinya, jumlahnya Rp 125 ribu untuk seminggu, dan Rp 6 juta pertahun. Jika penghasilan tahunan Anda adalah Rp 48 juta pertahun (dengan asumsi Rp 4 juta perbulan), artinya ada potensi untuk menyisihkan 12.5% dari pemasukan dengan cara mengurangi menu makan siang Anda.

Dengan cara mengurangi pengeluaran-pengeluaran tidak penting tersebut, Anda bisa lebih banyak menabung untuk dana pensiun. Kemudian miliki investasi-investasi produktif lainnya yang akan memberikan pengembalian lebih besar dalam satu dekade kedepan.




source

Wednesday, March 1, 2017

What's Your Story?




The powerful stories in business are about an adventure revealed. Passion is sometimes overrated as it is only part of the story. So...what's your story?

Follow your passion.

It is a phrase that is often thrown around like confetti at weddings. It’s a mantra that is meant to lead to a life of freedom and happiness. But chasing that zephyr, that puff of wind can lead to a life of random pursuits that are driven more by emotion than meaning.

I had a passion for basketball. Big problem. Too short. Also had a love for waterskiing. Didn’t have a boat. Was consumed by drawing but couldn’t connect the dots.

There is a lot of truth in those three words but it is missing something. It forgets that passion needs to meet experience, expertise and ability that is distilled into your one big idea.

That intersection is your story.

Your adventure
The powerful stories in business and in life are about an adventure in self-actualization. Maslow’s “Hierarchy of Needs” is a snapshot of the human adventure. It is a path to the dream.

Living a life imagined rather than just showing up is for many just a chimera that most of us hang onto but never act on. It is not just about what is but what could be.

The truth? Most of us want a life of meaning….of consequence.

That’s your story.

A story worth telling
The entrepreneurs that change the world have a story. A narrative worth telling. This is where legacy and legend starts.

That will be a synthesis of your expertise, experience and your innate abilities. Passion is the fuel. It will get you up early and keep you up late.

The heart of your story is sometimes hard to see when you are so close to the truth.

Your story might be the reluctant hero, a memoir of loss and redemption or maybe a tale of ascension. From rags to riches.

The reality I have discovered after decades of dead ends, soaring success and heart breaking failures is that you need to write your own story. Create your own legacy.

Chasing the money without the support of “your” story often leads to no money. I know…been there.

Business is your chapter revealed. It’s not about the money. The money is just the consequence of what impact you create.
  • How much you change people’s lives. 
  • How much value you reveal in your story. 
  • How much value you empower . 
It is about your story adding value that transforms.

The greater the value……the larger the legacy. That is why dreaming big and having a vision that is empowering is worth articulating, distilling and striving for.

It’s your point of difference
This is what makes your business unique. The story. It is no one else’s…it is yours alone.

People can argue with the facts but they can’t argue about your story.

Michael Gerber’s book “Beyond the E-Myth” is an insight into a truth. At the age of eighty he has admitted to writing his last book after realizing that the cold hard process driven business models he had mapped out for millions of people had a soul. A story.

Business is not just about money, process and spread sheets but the human story revealed in an entrepreneurial imprint. Of footsteps that are human.

I looked at my life and I realized that today the intersection of my experience, expertise and passion is now my story and that is where true abundance lies. It is what I share and it is my business.

What is really exciting about that is that every story is unique because it’s “your” story and no one else’s.

The distillation of your story and its movement from idea to reality will not come from thinking but by creating.

When you sit down and take a deeper look behind any business or entrepreneurial pursuit. It is all about their tale.

A small idea can become a big story
On a snowy Paris evening in 2008 the founders of Uber (Travis Kalanick and Garrett Camp) couldn’t get a cab. So they came up with a simple idea. A mobile app. Garret Camp was the founder of StumbleUpon.

This was an idea and the intersection that took his expertise, experience and passion for solving a problem. The solution? Tap a button, get a ride.

That’s their story. You have to find your own.

You need to share your story
I have had many business ideas. More than I care to count. But I have come to realise that the idea needs to be manifest. The story needs to be revealed for anything to happen.

But many of us on the sidelines are afraid to start. What if I am wrong? What if they laugh at me. What will my friends or parents think?

So we need to step up. To start.
That means being willing to take that idea to the world. Authors need to take their private creations public. To say….”I create, I publish, I exist”

Publishing and revealing your inspiration and revelation with the world…. your story. There has never been a better time to take your journey online. The challenge of taking your ideas and distilling them into a coherent structure is daunting. But that is where the magic happens.

That art of creation constructs clarity and condenses a cloud of confusion into insights of lucid definition and reality.

It might just be an imperfect and small idea at first. But it needs to be planted to grow.

What’s your story?
I would love to hear your story. Are you brave enough to turn that into a business, a project……and leave a legacy?

What is your story? It’s time to start and share it. To publish.


source

Monday, February 27, 2017

Bisnis Sampingan yang Hasilkan Banyak Uang Buat Mahasiswa






Sementara mereka yang masuk ke dalam Generasi X kesulitan untuk mendapatkan kenaikan jabatan karena para Baby Boomers yang belum juga pensiun, anak-anak muda yang terlahir ke dalam Generasi Y sudah membuat jalannya sendiri. Berbagai bisnis sampingan kreatif diciptakan untuk menambah pundi-pundi penghasilan mereka.

Diawali dengan kisah sukses Facebook yang didirikan oleh Mark Zuckerberg ketika masih duduk di bangku kuliah, saat ini Generasi Y berlomba-lomba untuk membuka bisnis sedini mungkin.

Berawal dengan tujuan untuk melayani konsumennya yang saat itu masih sebatas mahasiswa Harvard, Zuckerberg berhasil mengembangkan bisnisnya hingga menjadi Facebook seperti yang kita kenal pada saat ini. Sebelumnya, ada pula mahasiswa Harvard lain yang juga salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates, yang memulai bisnisnya sejak masih kuliah.

Itulah bukti jika status mahasiswa tidak menjadi hambatan bagi seseorang untuk mengembangkan kemampuan kewirausahaan guna mendapatkan penghasilan tambahan dari bisnis tersebut. Bahkan, hingga bisnis itu akhirnya berhasil dan menjadi besar. Bagi Anda yang masih bingung untuk memulai, berikut beberapa ide bisnis yang kiranya bisa dikembangkan.

Online Shop

Saat ini sudah terdapat banyak sekali situs-situs yang dapat digunakan sebagai media untuk kegiatan jual beli, seperti Kaskus, Lazada dan OLX. Mungkin sebagian dari Anda juga sudah terbiasa menggunakannya. Namun bagi yang ingin menjadi seorang entrepreneur, Anda bisa mencoba membuat situs jual beli sendiri yang sesuai dengan bidang yang Anda kuasai.

Misalnya, Anda seorang penggemar sneaker, Anda bisa membuat sebuah situs yang mempertemukan para kolektor sneaker, sekaligus menjadi perantara untuk kegiatan jual beli tersebut.

Pertama Anda mungkin akan memulai dengan satu dua pesanan saja. Setelah dikenal, maka ribuan pesanan pun bisa saja Anda dapatkan. Uang pun akan mengalir. Pemasukan bisa didapat dari berbagai cara, mulai dari penjualan sendiri, hingga biaya pemasangan iklan.

Bimbingan Belajar

Sebagai seorang mahasiswa, tentu Anda sudah terbiasa untuk mengerjakan soal-soal ujian yang dilalui semasa duduk di bangku sekolah dulu. Untuk itu, Anda bersama dengan teman-teman sebenarnya mempunyai peluang untuk membuka sebuah bisnis bimbingan belajar milik Anda sendiri.

Kesuksesan Anda masuk ke jurusan dan perguruan tinggi pilihan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi adik-adik kelas yang berpotensi untuk menjadi klien.

Jika tidak memiliki waktu untuk memulai usaha ini dari nol, Anda dapat melakukan kemitraan dengan lembaga yang sudah ada. Dengan begitu, Anda juga dapat lebih meyakinkan calon klien karena adanya nama lembaga bimbingan belajar yang sudah dikenal.

Beberapa lembaga bimbingan belajar bahkan menawarkan sejenis bisnis kemitraan, seperti Aqila Course, Solusi Mandiri, Ranking dan Sinau.

Pembuktian tentang berhasilnya bisnis bimbingan belajar ini sudah banyak bisa kita pelajari. Misalnya saja Sony Sugema dengan Sony Sugema College (SSC) di Bandung, Siswadi dengan Bimbel Solusi di Jakarta, dan lainnya. Beberapa nama yang disebut bahkan mengakui omzet bisnisnya hingga ratusan juta per bulan.

Event Organizer

Untuk usaha yang satu ini, tidak membutuhkan modal besar. Namun, memang membutuhkan kesungguhan untuk merancang dan membuat konsep acara yang menarik bagi konsumen. Selain itu, biasanya juga membutuhkan modal pertemanan yang baik untuk memasarkan acara yang dibuat. Sedangkan untuk masalah anggaran, biasanya dananya nanti akan berasal dari pihak penyelenggara.

Dikutip dari artikel “Berawal dari hobi, Winny buat EO hingga kini punya sekolah model” yang dipublikasikan secara online oleh Merdeka, mahasiswa lulusan pendidikan Biologi ini bercerita, awalnya dia tertarik untuk membuat EO karena hobinya bersama teman-teman menghadiri acara-acara musik di Bandung.

“Pertamanya, aku ngobrol sama tiga temen aku, Bunny, Susi, dan Dini, sampai akhirnya sepakat buat mendirikan EO,” kata Winny dikutip dari artikel tersebut. Sedangkan untuk masalah modal, “Itu mah modal kadaek (kemauan) aja,” tambahnya.

Jasa Katering

Bagi Anda yang tinggal di Makassar, mungkin jasa katering bernama “Dined!” sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Jasa katering ini didirikan oleh mahasiswa dua mahasiswa Akademi Pariwisata (Akpar) Makassar, Edwin Wirando dan Hardini Mukti WR.

Bisnis duo mahasiswa program studi Manajemen Tata Boga Angkatan 2012 ini kini telah berjalan sekitar tujuh bulan dengan omset setiap bulannya sekitar Rp7-8 juta.

Dikutip dari artikel “Dua Mahasiswa Akpar Makassar Rintis Usaha Bersama” yang diterbitkan secara online oleh Tribun, Edwin mengatakan ide untuk membuka bisnis kuliner bersama dengan Dini, muncul setelah mereka menyelesaikan Praktik Kerja Lapang (PKL) pada tahun 2014, meskipun dia mengikuti PKL di Jakarta dan Dini di Yogyakarta.

“Dalam menjalankan usaha ini, saya lebih banyak mengerjakan makanan besarnya dan dini lebih fokus ke pastry. Selain itu, Dini juga bertanggung jawab terkait urusan keuangan,” kata Edwin.

Selain menawarkan jasa katering, Dined! juga menawarkan makanan kecil seperti Dim Sum. Dimana, pesanan pelanggan dapat langsung diantarkan ke rumah mereka masing-masing.

Jasa Bersih-bersih Kamar Kos

Kegiatan bersih-bersih kamar memang terlihat seperti hal yang sepele. Namun, ternyata hal ini merupakan salah satu peluang bisnis yang patut untuk dijajaki. Karena, ternyata tidak semua orang suka untuk membersihkan ruangan kamarnya sendiri.

Dikutip dari artikel “David Adi Surya, Mantan Pejabat Kampus yang Jadi “Tukang Bersih-Bersih Kamar”” yang dipublikasikan secara online oleh Suara Merdeka, David mendirikan bisnis ini sejak September 2013.

Dengan beranggotakan adik dan teman-temannya, usaha yang diberi nama More Cling ini berhasil membawanya menjadi Juara II di Kompetisi Diponegoro Entrepreneur Challenge yang diselenggarakan oleh kampusnya, Universitas Diponegoro. Dari usaha ini, keuntungan kotor David dan tim per bulannya mencapai Rp18 juta.

Masih banyak ide bisnis lain yang sebenarnya cukup menggiurkan bagi mahasiswa untuk dijalankan sebagai usaha sampingan. Namun, hal terpenting yang perlu Anda ingat adalah menjalankan bisnis tersebut sesuai dengan minat dan kemampuan Anda. Karena nantinya, bisnis tersebut juga akan menuntut balik kesungguhan Anda di dalam menjalankannya.

Beli Emas Tunai atau Kredit, Mari Lihat Untung-Ruginya






Emas adalah logam mulia yang paling populer untuk dijadikan investasi. Bahkan orang-orang zaman dulu sudah melek investasi emas. Dulu orang memasang gigi emas selain untuk menunjukkan status sosialnya, juga untuk dijual jika mendadak membutuhkan uang.

Kini orang berinvestasi emas dengan lebih tertutup, tidak memamerkan harta tersebut ke muka umum karena itu sama saja dengan mengundang pencoleng. Pemerintah lewat PT Aneka Tambang (Antam) menyediakan emas batangan dari ukuran terkecil 1 gram.

Tapi masyarakat tak hanya bisa membeli emas di gedung Antam. Tempat lain yang menjual emas untuk dijadikan investasi antara lain perbankan, pegadaian, dan tentu saja toko emas.

Bahkan dibanding di Antam, publik cenderung suka membeli emas di tempat-tempat tersebut. Salah satu alasannya adalah pembelian emas bisa dilakukan secara kredit.

Membeli emas secara kredit memang tampak menarik karena kita tak perlu langsung menggelontorkan uang tunai dalam jumlah besar untuk berinvestasi logam mulia ini. Tapi, selain keuntungan, ada sejumlah kerugian jika dibandingkan dengan membeli secara tunai.

Keuntungan:

– Bisa beli walau dana terbatas

Membeli emas dengan cara kredit banyak dipilih mereka yang ingin berinvestasi emas tapi tak cukup memiliki dana tunai. Dengan mengkredit emas, mereka bisa berinvestasi sekaligus menyisihkan tabungan untuk keperluan lain.

– Jadi jaminan

Jika kredit emas di pegadaian, saat ada keperluan mendesak, kita bisa menggadaikan emas tersebut walau belum lunas membayar cicilan. Tapi jumlah duit gadai hanya senilai total cicilan yang telah kita bayar. Lalu pegadaian akan menghitung total kredit emas dan cicilan gadai untuk dibebankan kepada kita sebagai cicilan keseluruhan per bulan.


– Disimpan di tempat aman

Selama kredit emas belum lunas, pihak kreditur akan menyimpan emas tersebut. Walau kita tak bisa memegang emas tersebut, paling tidak kita bisa memastikan bahwa emas disimpan di tempat yang aman dengan sistem keamanan ketat.

Kerugian:

– Ada biaya tambahan

Seperti proses kredit lain, pembelian emas secara kredit dibebani biaya di luar harga emas itu sendiri. Biaya ini misalnya bunga dan administrasi. Karena itu, total duit yang kita keluarkan untuk membawa pulang emas ini lebih besar daripada jika membeli secara tunai.

– Risiko fluktuasi

Harga emas bisa naik-turun tergantung pada banyak faktor. Kita akan mengalami kerugian ketika membeli emas secara kredit ketika harganya tinggi tapi harganya anjlok pas cicilan lunas.

– Emas ditahan

Berbeda dengan kredit kendaraan bermotor, orang yang mengkredit emas tidak bisa memegang emas tersebut sampai cicilan lunas. Jadi, fungsi dana cadangan emas hilang ketika emas itu dibeli secara kredit.

– Risiko gagal bayar

Jika membeli emas dengan cara kredit, bisa saja di tengah jalan kita gagal melunasi kredit karena pelbagai hal, misalnya tidak disiplin mengatur pengeluaran sehingga keuangan berantakan. Jika gagal bayar, emas yang kita beli akan disita dan dilelang kreditur untuk menutup cicilan yang belum terbayar.


Keputusan beli emas tunai atau kredit biasanya tergantung pada kemampuan finansial seseorang. Skema kepemilikan emas secara kredit banyak dipilih masyarakat yang memiliki pendapatan pas-pasan.

Tapi karena banyaknya potensi kerugian pembelian emas secara kredit, banyak pakar keuangan yang lebih menyarankan pembelian emas secara tunai. Menurut mereka, lebih baik sabar menabung untuk membeli emas secara tunai dengan satuan berat tertentu.

Sebagai langkah awal investasi, kita bisa beli emas tunai dengan berat terkecil dulu. Setelah dana terkumpul lagi, beli emas yang lebih berat. Begitu seterusnya. Untuk menyiasati kurangnya tabungan, kita juga bisa memanfaatkan bonus tahunan atau gaji ke-13 untuk membeli emas secara tunai.

Lima Cara Mudah Mulai Investasi Emas


Kenali jenis investasi agar Anda tidak sampai salah beli.



Berniat investasi? Sudah mengerti apa saja keuntungan berinvestasi? Hanya Anda yang bisa menjawabnya. Tapi, salah satu jenis investasi yang sering dipilih oleh investor, yaitu investasi emas.

Meski sudah mengetahui keuntungan yang akan didapat, masih banyak yang bingung seberapa besar manfaat dari berinvestasi emas. Investasi emas memang dianggap sebagai salah satu produk investasi yang aman.

Anda tidak perlu banyak memperhitungkan banyak aspek atau faktor sebelum membelinya. Cukup beli dan tempatkan pada lokasi yang aman, maka urusan investasi sudah selesai. Tinggal menunggu saja, kelak harganya akan naik dengan sendirinya.

Kebanyakan orang berpikir seperti demikian. Bagi orang awam yang baru mengenal dunia investasi, maka emas lah jawaban yang pas. Anda yang baru pertama kali masuk ke dunia investasi, ada baiknya mencoba berinvestasi menggunakan emas.

Namun, sebelum Anda memasukkan dana untuk menebus emas, ada baiknya Anda mengenal karakter emas sebagai media investasi.

Salah satunya, emas adalah produk investasi jangka menengah. Artinya, Anda baru bisa menikmati keuntungan berinvestasi dalam jangka waktu empat hingga tujuh tahun setelah membeli. Apabila Anda memaksakan diri ‘memanen’ investasi kurang dari waktu itu, maka keuntungan yang didapatkan tidak begitu maksimal.

Itu hanyalah salah satu hal saja mengenai investasi emas. Masih ada banyak hal perlu Anda ketahui ketika berniat berinvestasi emas. Sama halnya ketika Anda berniat untuk berdagang, berinvestasi emas memiliki tujuan mencari untung.

Untuk membantu agar anda tidak terus-menerus bingung, lebih baik Anda baca terlebih dulu tips berinvestasi emas yang menguntungkan di bawah ini:

Tentukan tujuan

Ada baiknya sebelum anda berinvestasi emas, tentukan terlebih dahulu tujuan Anda berinvestasi. Apakah untuk tujuan dana darurat, dana pensiun, modal usaha, dana pendidikan, liburan, dan sebagainya. Selanjutnya, tentukan jangka waktu. Apakah untuk jangka waktu pendek (satu hingga tiga tahun), jangka menengah (empat hingga tujuh tahun), atau jangka panjang (lebih dari tujuh tahun).

Tentukan strategi

Setelah menentukan tujuan, mulai hitung seberapa banyak emas yang bisa Anda kumpulkan. Ketika menentukan ini, sesuaikan dengan kemampuan keuangan Anda. Setelah mengukur kemampuan Anda, tentukan secara lebih spesifik, berapa banyak emas yang harus Anda beli selanjutnya.

Sama halnya ketika menjalankan sebuah bisnis, tanpa adanya strategi khusus, kemungkinan Anda mendapatkan hasil yang optimal semakin kecil. Namanya mencari untung, Anda tentu membutuhkan trik khusus agar keuntungan yang didapatkan menjadi lebih optimal.

Tanpa strategi yang tepat, Anda mungkin hanya akan mendapat untung puluhan ribu saja. Namun, apabila ditambah dengan strategi, maka kemungkinan anda akan mendapatkan keuntungan adalah tiga bahkan empat kali lipat dari itu.

Harga

Sebelum mulai membeli pastinya Anda perlu tahu lebih dahulu berapa harganya. Sekadar saran, Anda sebaiknya membeli emas dari PT. Antam. Hal ini karena kualitas emas terjamin dan harganya pun bisa dipercaya. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa mengunjungi laman situs perusahaan. Di laman tersebut, Anda bisa mendapatkan berbagai informasi mengenai emas secara detail.

Keuntungan

Layaknya Anda berinvestasi dengan produk lain, investasi emas pun perlu Anda perhitungkan aspek untungnya. Meskipun begitu, investasi emas tidak sama dengan investasi saham atau reksa dana.

Emas memiliki kecenderungan naik dan sangat jarang turun. Berbeda ketika Anda berinvestasi saham, kemungkinan turun sangat besar. Selain itu, emas bisa langsung dijual apabila Anda membutuhkan uang tunai.

Pilih waktu yang tepat.

Tidak ada patokan kapan waktu yang pas untuk membeli emas. Namun, masih ada cara paling mudah menentukan kapan waktu yang pas untuk membeli emas, yaitu dengan memperhatikan dan mengikuti perkembangan nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Bila anda perhatikan, saat nilai Rupiah dalam keadaan stabil, artinya kondisi ekonomi dalam keadaan level normal. Itulah saat yang tepat untuk membeli emas. Karena kondisi ini menunjukkan kalau emas berada pada harga murah.

Ketahui jenis investasi yang bisa Anda beli

Berinvestasi bisa dilakukan oleh siapa saja. Bukan hanya bagi yang bergaji tinggi saja. Selain itu emas juga merupakan investasi yang paling mudah dilakukan. Bila tidak mau emas, Anda bisa menggunakan produk investasi lain. Tapi, kenali jenis investasi tersebut agar Anda tidak sampai salah beli.

Cara Memaksimalkan Keuangan Buat yang Niat Mewujudkan Rencana Masa Depannya






Semua orang pasti ingin segala rencananya berjalan dengan lancar tanpa hambatan berarti. Masalahnya, kita hanya manusia biasa yang gak punya kekuatan super untuk memastikan hal itu.

Tapi Superman pun bakal jumpalitan melihat batu Kripton. Artinya, semua orang punya kelemahan yang bisa menjatuhkan. Contohnya kelemahan di bidang perencanaan keuangan.

Merencanakan keuangan penting, lho. Cara memaksimalkan keuangan agar rencana masa depan terwujud bisa disusun dalam rencana ini.

Memang sih sekarang banyak penasihat keuangan di luar sana. Tapi kalau bisa memulainya sendiri bakal lebih bagus. Kalau udah mentok, baru deh pakai penasihat.

Kita pun sebenarnya bisa jadi perencana keuangan buat diri sendiri. Yang penting, bekali diri dengan pengetahuan soal keuangan.

Apa saja ya isi rencana itu agar bisa menjadi cara memaksimalkan keuangan? Simak tips berikut ini:

1. Kalau emang gak perlu, gak usah beli



Bedakan perlu dengan pengin. Pengin beli hape terbaru bukan berarti perlu hape terbaru. Kalau hape yang lama masih bisa dipakai dan gak jadul-jadul amat, ngapain beli hape baru?

Itu namanya perencana keuangan yang tokcer. Kalau emang gak perlu, ya gak usah beli. Contoh lain tips ini yaitu:
  • Bijak menggunakan kartu kredit. Kartu kredit memang perlu. Tapi kalau memang hanya mampu mengelola satu kartu, tak perlu pengin punya kartu-kartu lain. 
  • Potong biaya transportasi. Kita memang perlu pergi kerja. Tapi kalau mampunya dengan menggunakan transportasi umum, ya jangan pengin naik taksi. Kalau mampunya pakai motor, yang jangan pengin ambil kredit mobil. 
  • Kurangi kebiasaan makan di luar. Perlu sih untuk refreshing, tapi jangan jadi pengin tiap hari keluar demi ‘refreshing’. 
  • Cek polis asuransi. Pastikan asuransi sesuai dengan kebutuhan sehingga kita gak membayar untuk hal yang gak kita perlukan. 
  • Telusuri segala pengeluaran, jangan sampai ada pengeluaran yang gak kita ketahui buat apa. 

2. Aman dengan bujet



Lihat tuh DPR dan pemerintah. Kalau rapat soal bujet duit negara, bisa gontok-gontokan sampai lempar-lemparan kursi. Itulah gambaran betapa pentingnya bujet.

Soalnya, kalau salah bikin bujet, apalagi gak mengalokasikan bujet, bisa-bisa keuangan jebol. Bujet ini jadi patokan berapa pengeluaran dan berapa pemasukan buat menjaga keuangan tetap aman.

Mau pakai tuntuan di bawah ini buat bikin bujet? Boleh, gratisss.
  • Bikin pos pengeluaran, misalnya pos belanja kebutuhan, pos perawatan diri, pos biaya trasportasi, dan lain-lain. 
  • Matangkan rencana masa depan, kayak umur berapa kawin, kapan mau beli rumah, mau punya anak berapa dan lain-lain. 
  • Siapkan dana darurat atau ikut asuransi agar pengeluaran mendadak gak bikin kelimpungan. 
  • Saat ada pendapatan lebih, kelola dengan bijak, bukan malah bingung bagaimana cara menghabiskannya. 

3. Masih sesuai dengan rencana?



Cara memaksimalkan keuangan selanjutnya adalah melakukan review terhadap status keuangan secara rutin. Misalnya lihat tabungan bulan ini, apakah sesuai dengan rencana.

Kalau gak sesuai, cari tahu kenapa. Contohnya, apa bulan lalu beli barang yang gak dialokasikan di bujet? Atau hasil investasi gak mendatangkan keuntungan?

Nah, hasil review ini dipakai sebagai patokan agar lebih disiplin atau mempertahankan kedisiplinan dalam soal keuangan pada bulan berikutnya.

Hal lain yang direkomendasikan untuk dipertimbangkan yaitu:
  • Apakah ada pengeluaran bulan lalu yang bisa ditekan pada bulan sekarang. 
  • Apakah ada penambahan biaya kebutuhan pada bulan sekarang. Misalnya biaya perpanjangan polis asuransi, kenaikan tarif listrik, dan lain-lain. 

4. Jadi “intel”



Polisi punya satuan intel yang tugasnya ngawasin target yang diincar. Boleh tuh kita tiru cara kerja intel ini buat memaksimalkan keuangan.

Prakteknya begini. Kalau kita punya rencana beli rumah, pantau selalu harga pasaran rumah dari bulan ke bulan. Ini berguna buat menetapkan jumlah tabungan yang disisihkan agar rumah terbeli sesuai dengan rencana.

Begitu juga biaya kebutuhan lain, seperti sekolah anak dan pensiun. Contohnya biaya masuk SD sekarang Rp 10 juta. Hitung tren kenaikan tiap tahun, jadi anak kita bisa masuk sekolah yang ditargetkan. Masak tega main-main soal pendidikan anak?

5. Main duit



Eits, main duit di sini artinya bukan main judi gaple atau togel. Tapi, investasi.

Ada banyak pilihan investasi, dari deposito, emas, tabungan dolar, hingga reksa dana. Mana yang tepat, kita sendiri yang menentukan.

Masing-masing investasi punya fitur yang bisa dilihat untuk disesuaikan dengan karakteristik kita. Contohnya kalau takut risiko duit investasi bakal ilang, pilih deposito yang minim risiko.

Tapi kalau kita termasuk tipe penyuka tantangan alias risiko, bisa pilih misalnya reksa dana atau saham. Ingat, makin tinggi risiko makin besar duit yang bisa dihasilkan dari investasi itu. Begitu juga sebaliknya. 

Mudah kok mempraktekkan cara memaksimalkan keuangan di atas. Asal kita mau jadi kunti alias tekun dan teliti. Gak perlu nunda-nunda lagi, cara di atas bisa digunakan mulai sekarang juga, detik ini juga!

Sunday, February 26, 2017

Pilih Investasi Emas Batangan atau Koin Emas? Simak Dulu Plus-Minusnya






Sejak dulu emas dijadikan barang investasi oleh masyarakat. Tapi dulu orang hanya berinvestasi emas dalam bentuk perhiasan, seperti kalung, cincin, gelang, dan bahkan gigi emas. Kini investasi emas lebih berkembang dengan adanya koin atau dinar dan emas batangan.

Emas batangan atau koin emas yang bagus buat investasi? Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan sebagai barang investasi.

Ada pandangan bahwa koin emas dinar hanya digunakan sebagai investasi kalangan muslim. Padahal sejatinya keduanya bisa dijadikan investasi oleh golongan mana pun terlepas dari keyakinan dan latar belakang mereka.

Untuk mengetahui perbedaan karakteristik keduanya, simak kelebihan dan kekurangan emas koin dan batangan sebagai investasi berikut ini:

Kelebihan koin emas:

 

1. Dibanding emas batangan, koin emas lebih kuat karena memiliki kadar 22 karat. Karena itu, ketika jatuh atau terbentur, koin emas tidak akan mudah lecet. Walhasil, harga jualnya terjaga karena kondisinya mulus.

2. Koin emas punya satuan tunggal sehingga fleksibel untuk diperjualbelikan. Umpamanya kita punya 10 dinar dan memerlukan dana senilai 2 dinar. Maka kita bisa menjual yang 2 dinar, sementara 8 dinar tetap kita simpan.

3. Jika dijual, selisih harganya dengan saat kita beli hanya sekitar 4 persen lebih rendah.

4. Jika digadaikan ke bank syariah, nilainya mencapai 90 persen dari nilai taksir.

5. Harga standar berlaku secara nasional dan diperbarui empat kali sehari. Misalnya, harga koin emas di Aceh sama dengan di Papua.

6. Agen dinar berkewajiban membeli kembali koin dinar dari nasabahnya jika nasabah tersebut hendak menjual koinnya.

7. Mendapat sertifikat Komite Akreditasi Nasional dan London Bullion Market Association yang berlaku secara internasional.

8. Khusus bagi kalangan muslim, investasi koin dinar berarti menjalankan syariat Islam. Selain itu, koin ini bisa dijadikan mahar pernikahan.

Kekurangan koin emas:

1. Dikenai pajak pertambahan nilai 10 persen karena koin emas termasuk kategori perhiasan.

2. Kurang populer di tengah masyarakat. Sebagian toko emas bahkan tak mau membeli karena tak terbiasa dengan koin emas. Jikapun mau, harganya lebih rendah daripada harga di agen koin emas.

3. Hanya dijual di tempat-tempat tertentu, sulit ditemukan di toko emas.

4. Dianggap hanya digunakan oleh kalangan muslim. Padahal investasi koin emas boleh dilakukan siapa pun.

Kelebihan emas batangan:



1. Kadar karatnya 24, yang dianggap masyarakat sebagai kadar emas yang sempurna sehingga mudah laku. Emas 24 karat juga lebih sering digunakan sebagai bahan pembuat perhiasan.

2. Harganya ditetapkan secara tersentral oleh pemerintah lewat PT Aneka Tambang (Antam) dan berlaku secara nasional karena Antam adalah perusahaan negara.

3. Tersedia dalam berbagai ukuran berat, dari 1 gram hingga 1 kilogram.

4. Populer di kalangan masyarakat umum sehingga lebih mudah dijual.

5. Tidak dikenai pajak pertambahan nilai 10 persen

6. Tidak ada biaya cetak untuk ukuran 1 kilogram.

Kekurangan emas batangan:

1. Tidak ada standar selisih harga jual-beli. Toko emas bisa menetapkan sendiri harga beli kepada masyarakat yang hendak menjual emasnya.

2. Harga jual kembali emas batangan cetakan Maret 2011 dan sebelumnya lebih murah Rp 1.000-2.000 per gram dibanding cetakan baru.

3. Biaya cetak tidak dihitung dalam komponen penjualan, sehingga harganya hanya dihitung berdasarkan bobot per gram.

4. Tidak bisa memecah ukuran emas batangan ketika hendak menjual. Misalnya kita punya 100 gram emas batangan dan membutuhkan dana senilai 50 gram emas itu. Kita harus menjual seluruh emas batangan 100 gram itu, tak bisa hanya menjual separonya.

5. Toko emas bisa bermain ketika harga emas dunia turun dengan tidak menjual emas batangan atau menjualnya secara terbatas.

Itulah masing-masing kelebihan dan kekurangan koin emas serta emas batangan. Keduanya sama-sama produk investasi yang relatif aman dan harganya cenderung naik dari tahun ke tahun.

Mau pilih produk investasi yang mana, silakan Anda tentukan sesuai dengan kebutuhan. 


Daftar Perusahaan dengan Karyawan Miliarder Terbanyak




Sampai tahun 2016 lalu, ada 2.188 miliarder yang tersebar di seluruh dunia. Angka ini dikeluarkan oleh Hurun, sebuah firma di Shanghai yang merilis ranking tahunan setelah melakukan studi terhadap orang-orang kaya di seluruh dunia.

Data tersebut memperlihatkan bahwa beberapa perusahaan punya sejumlah miliarder yang lebih banyak daripada perusahaan lain. Tentu saja perusahaan tersebut ada yang dijalankan oleh keluarga yang memang sudah kaya ‘dari sananya’ tapi ada juga yang tidak.

Berikut 11 perusahaan dengan jumlah miliarder terbanyak.

#11 Facebook



Kantor pusat : Menlo Park, California

Jumlah karyawan : 12,700

Jumlah miliarder : 5

Situs jejaring sosial Facebook pertama ditemukan pada tahun 2004 oleh Mark Zuckerberg, Dustin Moskovitz, Eduardo Saverin, Andrew McCollum, dan Chris Hughes. Tahun 2015, Facebook menghasilkan US$12,5 miliar dan masuk ke dalam 50 perusahaan terbaik untuk bekerja versi Business Insider.

#10 Estée Lauder


Kantor pusat : New York City, New York

Jumlah karyawan : 44.000

Jumlah miliarder : 5

Estée Lauder yang memproduksi produk perawatan kulit, makeup, parfum, dan produk perawatan rambut, didirikan oleh pasangan suami istri Estée Lauder dan Joseph Lauder pada 1946. Sekarang, keluarga Lauder mengontrol 77% saham senilai US$16,5 miliar.

#9 Hennes & Mauritz



Kantor pusat : Stockholm, Sweden

Jumlah karyawan : 93.351

Jumlah miliarder : 5

H&M, merk pakaian dan aksesoris terkenal ini didirikan pada 1947 oleh Erling Persson. Anaknya, Stefan Persson, mengambil alih sebagai CEO selama 16 tahun sampai tahun 1998. Hingga hari ini, Stefan menguasai 28% saham dan berperan sebagai pemilik perusahaan. Sementara puteranya, Karl-Johan, memegang jabatan sebagai CEO.

#8 Infosys



Kantor pusat : Bengaluru, India

Jumlah karyawan : 193.000

Jumlah miliarder : 5

Perusahaan yang bergerak di bidang konsultasi, teknologi, dan outsourcing yang berbasis di India ini didirikan pada 1981 oleh K. Dinesh, S. Gopalakrishnan, Narayana Ramarao Nagavara Murthy, Nandan M. Nilekani, Pandit Shrikant, dan S. D. Shibulal. Saat ini Infosys dipimpin oleh Vishal Sikka dan menghasilkan US$8,6 miliar pada 2015.

#7 SACI Falabella



Kantor pusat : Santiago, Chili

Jumlah karyawan : 98,324

Jumlah miliarder : 5

Falabella didirikan pada 1937 saat Salvatore Falabella membuka toko pertamanya di Chili. Perusahaan tersebut kemudian berkembang menjadi retail paling populer di negara latin. Kini SACI Falabella dipegang oleh keluarga Solari, keturunan dari sang pendiri.

#6 Walmart



Kantor pusat : Bentonville, Arkansas Santiago

Jumlah karyawan : 2.200.000

Jumlah miliarder : 7

Perusahaan retail asal Amerika ini didirikan pada 1962 oleh Samuel Moore Walton dan James Lawrence Walton dan hingga kini telah memiliki 11,000 toko. Sekarang keluarga Walton mengontrol Walmart dengan enam anggota keluarha memegang 54% saham.

#5 SC Johnson & Son



Kantor pusat : Racine, Wisconsin

Jumlah karyawan : 13.000

Jumlah miliarder : 7

SC Johnson & Son yang memproduksi produk-produk rumah tangga didirikan lebih dari seabad lalu, tepatnya 1886 oleh SC Johnson. Puteranya, Herbert Fisk Johnson, menjalankan perusahaan tersebut sampai tutup usia di tahun 1928. Sekarang keturunan Johnson masih mengontrol 100% perusahaan.

#4 Dr. Oetker



Kantor pusat : Bielefeld, Jerman

Jumlah karyawan : 28.000

Jumlah miliarder : 8

Perusahaan keluarga ini memproduksi baking powder, pizza beku, dan produk makanan lainnya. Didirikan sejak 1981, tepatnya sejak Dr. August Oetker memgembangkan baking powder tanpa pengawet. Anak cucu Dr. Oetker kini hidup kaya karena perusahaan peninggalan kakeknya menghasilkan US$8 miliar.

#3 Roche



Kantor pusat : Basel, Switzerland Bielefeld, Jerman

Jumlah karyawan : 88.509

Jumlah miliarder : 9

Perusahaan biotech Roche didirikan sejak 1896 dan kini memimpin penemuan yang berhubungan dengan kesehatan. Keturunan dari pendirinya, Fritz Hoffmann-La Roche memegang 45% hak voting.

#2 Cargill



Kantor pusat : Wayzata, Minnesota

Jumlah karyawan : 150.000

Jumlah miliarder : 10

Didirikan sejak 1865, Cargill kini menjadi perusahaan swasta terbesar asal Amerika yang memproduksi makanan, pertanian, dan bergerak di bidang finansial. Menantu dari pendiri Cargill, John MacMillan, mengambil alih bisnis pada 1909 dan membuat keluarga keturunan Cargill-MacMillan menjadi miliarder.

#1 Hyatt



Kantor pusat : Chicago, Illinois

Jumlah karyawan : 45.000

Jumlah miliarder : 11

Grup hotel terbesar di dunia ini berdiri sejak 1957, tepatnya saat Jay Pritzker membeli motel Hyatt di Los Angeles. Sekarang, 11 keturunan Pritzker dinobatkan Forbes sebagai salah satu keluarga terkaya.

@kfsoeradimadja

Monday, January 30, 2017

Lakukan Hal Ini Sebelum Cicil Mobil Baru


Ada beberapa hal keuangan yang harus diperhatikan sebelum ganti mobil.


Ada banyak alasan untuk membeli mobil baru. Mulai dari kendaraan lama Anda yang mulai sering masuk bengkel hingga transportasi umum yang menyebalkan karena tidak tepat waktu dan sering mengalami kendala.

Sialnya, bagi kebanyakan orang, mobil baru sama artinya dengan tagihan kredit bulanan yang baru dan mahal. Untuk mobil jenis sedan misalnya misalnya. Bila jangka waktu kredit yang dipilih mencapai 5 tahun, mobil senilai Rp220 juta ini bisa dicicil dengan Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulannya.

Untungnya, Anda bisa mempersiapkan tambahan biaya dengan sedikit perencanaan. Berikut ini 6 hal yang harus dilakukan bila ingin punya mobil baru:

1. Cek dulu kelayakan kreditmu

Sebelum berburu mobil yang kamu impikan, cek dulu sejauh mana kelayakan kredit Anda. Maksudnya, sejauh apa bank akan memberi persetujuan atas kredit kendaraan yang bakal diajukan dan berapa nilai yang berpotensi untuk disetujui.

Jika punya catatan kredit yang baik, Anda bisa saja mendapatkan bunga dan nilai cicilan yang kompetitif. Cobalah cek kelayakan kredit Anda pada bank atau lembaga keuangan tertentu.

2. Otak atik belanja bulanan

Bila selama ini kamu tidak punya anggaran khusus untuk belanja bulanan, kini adalah saatnya untuk membuat bujet. Menambah pengeluaran baru untuk cicilan kredit mobil mengharuskan kamu untuk mengotak atik pengeluaran.

Pelajari bujetmu sekarang untuk menentukan berapa jumlah pengeluaran untuk cicilan kredit mobil yang bisa ditanggulangi. Jika Ada sudah membeli mobil yang diinginkan, jangan membeli barang lain yang akan membuat bujet tersebut berantakan.

3. Cari alternatif kredit

Dalam situasi yang kompetitif saat ini, konsumen selaku calon pembeli mobil bukanlah pihak yang memburu pinjaman. Justru kreditor lah yang saat ini berusaha untuk berburu peminjam.
Berbagai macam cara dilakukan untuk memenangkan persaingan termasuk memberikan bunga yang paling rendah. Karena itu, jangan pernah puas hanya dengan satu bank atau leasing saja.

Cobalah bandingkan dengan sedikitnya dua hingga tiga bank atau lembaga keuangan lainnya yang menawarkan bunga dan keuntungan lainnya.

4. Kumpulkan DP

Bila berencana membeli mobil, jangan terburu-buru. Kumpulkanlah uang untuk pembayaran DP sebesar mungkin. Sebab, semakin besar uang muka yang kita punya, semakin kecil pula cicilan dan bunga yang akan dibayarkan.

Setidaknya, kumpulkan uang muka 20 persen dari harga mobil. Jadi, sebelum memutuskan membeli mobil, menabunglah beberapa saat. Jangan menjadi orang yang tergesa-gesa namun mengalami kerugian pada akhirnya karena jumlah yang harus dibayarkan



@kfsoeradimadja

Sunday, January 29, 2017

Pekerjaan dengan Uang Tips Paling Besar





Ada sejumlah pekerjaan yang punya gaji rendah namun memberikan keuntungan besar. Menariknya, keuntungan tersebut tidak diperoleh pekerjaan lain, bahkan yang memiliki gaji besar sekalipun. Salah satu keuntungan tersebut adalah uang tips yang diberikan pelanggan. Beberapa pekerjaan tersebut bahkan bersifat paruh waktu.

Buat kamu yang tertarik mencari pekerjaan sampingan untuk mendpaatkan pemasukan tambahan, seperti diadaptasi dari sejumlah sumber, berikut ini 5 pekerjaan dengan uang tips terbesar:

Kapster

Ada banyak kapster yang hanya bekerja paruh waktu.Tidak heran banyak mahasiswa yang menyenangi profesi satu ini. Meski gajinya tidak terlalu besar, tapi uang tips yang mereka dapatkan tidak kecil lho. Dari setiap 30 menit-45 menit yang dihabiskan untuk setiap satu pelanggan, para kapster bisa mendapatkan tips Rp 10 ribu hingga Rp 100 ribu.

Terapis pijat

Terapis pijat di spa merupakan pekerjaan yang mendapatkan uang tips lumayan besar. Sebab, mereka merupakan merupakan ujung tombak yang menentukan kepuasan pelangan terhadap layanan sebuah spa.

Sama seperti kapster, terapis spa biasanya sudah memiliki pelanggan tetap. Banyak pengguna jasa spa yang hanya mau ditangani oleh orang tertentu. Untuk setiap jamnya, para terapis spa bisa mengantongi uang tips Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.

Perias

Pekerjaan satu ini sering berkaitan dengan momen penting atau orang-orang penting. Yang dimaksud momen penting misalnya saat pernikahan atau foto pre-wedding. Sedangkan orang yang dirias bisa saja artis atau pejabat yang akan mendatangi kegiatan penting.

Bila klien senang dengan hasil kerja yang dilakukan perias, biasanya mereka memberikan tips. Besaran tips memang bergantung pada siapa orang yang dirias. Namun, Payscale mencatat para perias mendapatkan tips sekitar US$ 5,3 untuk setiap satu jam mereka bekerja.

Pemusik bar/ cafe

Profesi satu ini juga punya penghasilan sampingan yang besar. Biasanya, pemusik yang bermain di bar atau cafe mendapatkan bayaran dari pemilik bar/cafe. Namun, tidak jarang mereka mendapatkan uang tips untuk setiap request lagu. Bila permainan mereka menyenangkan pengunjung, bisa jadi uang tips yang diberikan jauh lebih besar.

Apalagi untuk momen tertentu yang mendatangkan banyak pengunjung cafe atau bar. Payscale mencatat bahwa uang tips yang bisa diperoleh pemusik mencapai US$ 8,80 dari tiap jam mereka bekerja.

Bartender

Di bar atau cafe, profesi satu ini bisa dibilang paling dekat dengan pengunjung. Seorang bartender bisa berinteraksi langsung dengan para pengunjung. Tidak heran jika sebagian besar uang tips akan jatuh ke kantong mereka. Apalagi jika pengunjung senang dengan racikan minuman yang mereka buat. Menurut Pyscale mereka bisa menghasilkan uang tips senilai US$ 9,50 per jam.



@kfsoeradimadja

Plus Minus Menggunakan Lantai Kayu untuk Ruang Tamu


Lantai kayu membuat ruangan tampak semakin tampil unik, dan mewah.



Ruang tamu bisa dibilang merupakan ruang yang paling umum dan terbuka di rumah. Ruang tamu juga akan menjadi citra diri Anda saat ada orang berkunjung ke rumah.

Wajar jika Anda ingin ruang tamu Anda tampil sempurna dengan menggunakan material lantai yang menarik dan tahan lama. Untuk menghadirkan suasana dan tampilan yang berbeda, lantai kayu dapat menjadi pilihan yang sempurna.

Kayu dijadikan material lantai bukanlah hal baru. Kayu telah lama populer digunakan sebagai media lantai.

Material kayu memiiki kelebihan sebagai lantai rumah. Dengan lantai kayu ruangan tamu Anda akan semakin tampil unik, mewah, dan elegan.

Kelebihan lainnya kayu memiliki karakter kuat, biaya perawatan murah, dan jika dirawat dengan baik maka penggunaannya dapat tahan lama atau awet.

Hal yang harus diperhatikan saat menggunakan lantai kayu adalah, material kayu rentan terhadap air. Jadi perhatikan letak ruangan tamu Anda, sebab lantai kayu jika menyerap air maka akan membusuk dari bawah dan akan menggelembung.

Kelemahan lainnya, jika ruang tamu Anda terletak di lantai atas lantai kayu akan sangat mudah menghasilkan suara. Namun Anda bisa mensiasati dengan menggunakan karpet guna meredam bunyi.

Sedangkan jika ruang tamu berada di lantai bawah dan letaknya dekat dengan pintu depan, maka lantai akan rentan terhadap kotoran, debu, lumpur dan bekas jejak kaki. Untuk menghindari hal tersebut Anda dapat menaruh karpet di depan pintu.

Pastikan juga Anda rutin menyapu dan membersihkan lantai kayu Anda.


@kfsoeradimadja

Cara Agar Gaji Tidak "Koma" di Tengah Bulan




Masih selalu berjuang mempertahankan gaji hingga akhir bulan? Pusing karena beberapa tagihan ternyata belum dibayar. Akhirnya, gali lubang tutup lubang untuk bayar utang? Stop praktikkan judul lagu Rhoma Irama itu!

“Berapa gaji lu sekarang?” “Sepuluh koma lah”

“Wah… besar juga ya” “Iya, tanggal 10 sudah koma”

Percakapan itu bukan candaan semata. Percaya atau tidak, tidak sedikit orang yang masih mengalaminya. Perasaan dilema datang ketika harus mengalokasikan gaji yang diterima. Dari keinginan untuk membeli gadget baru, menambah aksesoris mobil, sampai membayar cicilan utang. 

Pertanyaannya satu, mana yang harus didahulukan?

Sebenarnya, masalah yang ada bukan seberapa banyak uang yang kita dapat dan bisa mencukupi segalanya. Tetapi bagaimana kita bisa mengatur pendapatan yang diterima dan mengelola gaji bulanan agar lebih efektif. Ada cara untuk melakukannya, seperti cara berikut ini.

Periksa gaji yang diterima

Hal pertama yang harus dilakukan ketika gaji dikreditkan ke rekening adalah memeriksanya. Periksa semua jumlah, mulai dari gaji pokok, tunjangan perjalanan, tunjangan medis, dan penggantian biaya lain. Tujuannya adalah jumlah yang diterima memang sesuai.

Maksudnya, bila terjadi kesalahan Anda bisa langsung memberitahukan pada divisi keuangan. Jadi, dapat memastikan bila kekurangan yang belum diterima dapat dikreditkan pada gaji di bulan berikutnya. Lumayan menambah jumlahnya, bukan?

Aktifkan pembayaran otomatis

Cobalah untuk aktifkan pemotongan otomatis dari rekening untuk membayar tagihan-tagihan yang kita miliki. Fasilitas ini akan membantu membayar segala tagihan, mulai dari kartu kredit, telepon, listrik dan tagihan lainnya, dengan memotong saldo di tabungan setiap bulannya. Segala tagihan pun bisa dibayarkan tepat waktu. Dengan begitu denda keterlambatan yang jumlahnya cukup lumayan bisa dihindari.

Jika fasilitas ini tidak cocok, pastikan jika saat gaji diterima kita sudah tahu jumlah dan tagihan-tagihan apa yang harus dibayar. Setelah itu pisahkan uang dari gaji untuk membayarnya.

Miliki strategi tahunan

Banyak orang yang mengalami krisis karena buruknya perencanaan keuangan. Akhirnya, saat akhir tahun, di mana waktunya liburan tiba, tidak punya uang dan menjalani kehidupan dengan datar dan beban utang. 

Bila tidak mau seperti itu, cobalah membuat tabungan tahunan dengan menyimpan sejumlah uang secara otomatis di tabungan terpisah yang dimiliki. Beberapa produk bisa dipilih, seperti tabungan rencana atau deposito. Jadi, dalam waktu tertentu, misal akhir tahun, dana tersebut bisa ditarik dan dinikmati.

Simpan bonus!

Bagai menemukan durian jatuh, saking enaknya kita langsung melahapnya hingga habis. Stop untuk memperlakukan bonus tahunan yang kita terima seperti itu. Tidak langsung berbelanja dengan royal dan menghabiskan semua bonus tersebut. 

Boleh saja memakainya, namun idealnya hanya beberapa dari jumlah yang diterima (katakan saja 20 persen). Nah, simpan sisanya. Kita tidak pernah tahu kapan memiliki keinginan pergi liburan secara spontan atau mengadakan pesta bersama teman-teman.

Buat anggaran bulan ini

Catat daftar pengeluaran bulanan standar seperti membeli bahan makanan, kebutuhan rumah, biaya transportasi, dan lainnya. Buatlah jumlah kasar yang akan dikeluarkan untuk segala keperluan tersebut. 

Jangan lupa untuk menyertakan jumlah uang yang wajib ditabung, dana darurat, dan investasi. Melalui cara ini kita akan tahu berapa banyak uang yang tersisa.

Kumpulkan kekayaan dalam 10 tahun

Gaji memastikan aliran pendapatan reguler yang membuat perencanaan investasi akan berjalan dengan benar. Daftarlah investasi yang bisa memastikan untuk membuat kita kaya dalam 10 tahun kedepan. Jangan lupa, iringi dengan investasi keuntungan jangka pendek dengan sejumlah kecil uang lainnya.

Berikan untuk amal

Beberapa orang terkaya di dunia membuat sebuah titik pencapaian sendiri dengan memberikan sebagian dari pendapatan mereka untuk amal. Memang kita belum kaya, namun tidak ada salahnya bila kita juga bisa bermurah hati dan berbagi bagi kaum yang tidak mampu. 

Donasi untuk amal, dengan memberikan kepada pengemis (makanan atau uang) tidak akan membuat kita menangisi kemiskinan setiap bulan. Ingat hukum menabur dan menuai!


@kfsoeradimadja

10 Reasons to Not Start Blogging






You may be thinking of starting a blog. You, dear reader, are pondering preposterously on what to do next.

Here are ten reasons why you should NOT start a blog:

1. Starting a blog is complicated and time-consuming. You will have no idea what you are doing. But, you will do it anyway. Regardless of sacrificing the huge amount of your free time that starting a blog demands.

2. You will spend untold hours just choosing a theme. Once you’ve chosen, you will change it for another. You will then scrutinize every detail of the new one, decide you don’t like it, and start looking for another. This really will go on forever.

3. When you write your first post, you will agonize over every word. You will imagine that what you have to say is important and unique. We are all important and unique within our own families, but when it comes to blogging, there is no such thing. There is only millions of bloggers writing about a few hundred subjects. You must accept this fact and embrace your newly realised insignificance.

4. Only a small proportion of bloggers get thousands of followers. You will not get thousands of followers overnight. This will crush you and your enthusiasm will wane.

5. You will become obsessed with your statistics. You will fixate on how many views you have each day, and take a keen interest in geography in order to analyze from which countries the most views came. It doesn’t matter, of course, as a view is a view, who cares where it comes from, but you will do it. You may be a big hit in Andorra, who knows?

6. In order to get the thousands of followers your writing so rightly deserves, you will have to comment and follow thousands of blogs. Other bloggers pretend this is really interesting. It’s not. Trust me.

7. You may all ready have an actual real life, with real living and breathing people in it. That’s great, just don’t forget about them when you’re blogging. They will soon hate you for it. This point is important, so take notes if necessary.

8. If you do or have started a blog, never take blogging advice seriously. I trust you have the intelligence to get the hidden meaning of this point.

9. You may have employment, a job of work. This job will get in the way of your blogging time and you will resent your employers for it. Don’t start a blog if you want to continue to work and earn money, as turning up at work will become tedious and inconvenient. You may lose or leave your job. This will make you vulnerable to hazards such homelessness and starvation. Think carefully. Take notes.

10. There is no tenth reason to NOT start a blog. Blogging is an excellent experience and a great hobby. I highly recommend it. Remember, as a blogger you can write whatever you want. Even satirical, sarcastic and insincere parodies, work quite well. One important point on this, not everyone has the same sense of humour and some people may not even understand that you are writing a parody and may take your words seriously.

So what !

@kfsoeradimadja


source