Monday, October 22, 2012

AQIDAH - RUKUN IMAN

                                                               
 ﻭﺍﻧﺘﻢﺍﻻﻋﻠﻮﻥﺍﻥﻛﻨﺘﻢﻣﺆﻣﻨﯿﻦﺭﺑﻨﺎﻣﺎﺧﻠﻘﺘﺎﻫﺬﺍﺑﺎﻁﻼﻭﺍﻟﺬﻳﻦﺟﺎﻫﺪﻭﺍﻓﻴﻨﺎﻟﻨﻬﺪﻳﻨﻬﻢﺳﺒﻠﻨﺎﺍﺫﻛﺮﻭ ﻧﮯ ﺍﺫﻛﺮ ﻛﻢﻳﺮﻓﻊﺍﷲﺍﻟﺬﻳﻦﺁﻣﻨﻮﺍﻣﻨﻜﻢﻭﺍﻟﺬﻳﻦﺍﻭﺗﻮﺍﺍﻟﻌﻠﻢﺭﺟﺎﺕﺍﺩﻮﻧﻲﺍﺳﺘﺠﺐﻟﻜﻢ 

RUKUN IMAN YANG ENAM

Iman artinya percaya terhadap kebenaran sesuatu dengan sepenuh hati . Orang beriman disebut mukmin  Kita sebagai mukmin wajib mempercayai dan meyakini rukun iman yang enam. Keenam rukun Iman itu harus kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi orang yang taqwa. Keenam rukun Iman itu adalah :
  1. iman kepada Allah
  2. iman kepada malaikat
  3. iman kepada kitab-kitab Allah
  4. iman kepada rasul-rasul Allah
  5. iman kepada hari kiamat
  6. iman kepada qodho’ dan qodar

A. IMAN KEPADA ALLAH

Manusia hidup tanpa keimanan seperti orang yang tidak punya pegangan hidup. Dia tidak mengetahui siapa dirinya sebenarnya. Dia akan menjalani kehidupannya hanya menurut pikirannya sendiri, dan kehendak hatinya sendiri.
Orang yangberiman mempunyai pegangan hidup, ia sadar siapa dirinya . Ia tidak akan berbuat menurut sekehendak hatinya , tapi menurut jalan yang benar dan tidak akan merugikan orang lain atau menyusahkannya.
Manusia hidup tanpa keimanan akan mudah bebuat jahat . Sebab yang penting baginya agar maksud hatinya tercapai . Segala cara halal , dan haram akan dilakukannya akibatnya orang lain hidup penuh dengan ketakutan . sebaiknya orang yang beriman ia akan berbuat sesuatu menurut peratuaran yang berlaku ., menurut jalan yang benar . Sehingga masyarakat akan merasa aman, penuh dengan ketenteraman.

Tampak bulan purnama dan bintang bintang sedang bersinar pada malam hari. Tampak pula gunung dan laut terkena cahaya bulan terlihat indah.

Dengan memperhatikan gambar diatas , timbul pertanyaan dalam pikiran kita seperti di bawah ini :
  1. Siapa yang menjadikan matahari ?
  2. Bisakah manusia membuat matahari ?
  3. siapa yang menajadikan gunung-gunung ?
  4. Bisakah manusia membuat gunung ?
  5. Siapa yang menciptakan laut begitu luas ?
  6. Bisakah manusia menciptakan laut yang begitu luas ?
  7. Siapakah yang membuat bulan ?
  8. Bisakah manusia membuat bulan ?
  9. Siapa yang membuat bintang-bintang bertaburan ?
  10. Bisakah manusia membuat seperti bintang- bitang di Langit ?

Dapat juga timbul pertanyaan yang lain ?
  1. Bisakah manusia hidup untuk selama-lamanya, tidak akan mati ?
  2. Bisakah manusia membuat air ?
  3. Bisakah manusia membuat angin ?
  4. Bisakah manusia membuat mata , jika buta, buat yang baru ?

Dari semua uraian –uraian di atas menunjukkan kepada kita bahwa mereka harus beriman kepada Allah . manusia mempunyai banyak kelemahan –kelemahan, memerlukan bantuan dan petunjuk. Untuk memperoleh bantuan dan petunjuk itulah diperlukan keharusan beriman.




ALLAH SWT



Allah berfirman dalam surat Ali imran  ayat 139 :
           

ﻭﺍﻧﺘﻢﺍﻻﻋﻠﻮﻥﺍﻥﻛﻨﺘﻢﻣﺆﻣﻨﯿﻦ


Artinya : “ Engkaulah yang paling tinggi jika engkau beriman”.
Orang yang beriman mengetahui bahwa dirinya dijadikan tidaklah dengan sia-sia.
Tidak akan dibiarkan begitu saja, melainkan akan dibimbing oleh allah ke jalan yang benar .


ﺭﺑﻨﺎﻣﺎﺧﻠﻘﺘﺎﻫﺬﺍﺑﺎﻁﻼ........

                       
Artinya : “ Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau jadikan semua ini dengan sia-sia….”. QS Al Imran 191.
 

ﻭﺍﻟﺬﻳﻦﺟﺎﻫﺪﻭﺍﻓﻴﻨﺎﻟﻨﻬﺪﻳﻨﻬﻢﺳﺒﻠﻨﺎ


      Artinya : “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh , di jalan kami, niscaya kami tunjuki mereka            
                      ke jalan kami…”.       ( QS. Al Ankabut 69 )


            Dan orang yang beriman tidak merasa kesepian , walaupun seoang diri . Kita salat seorang diri,
                           dia mengucapkan Hanya Engkau yang kami sembah dan hanya kepada Engkau minta tolong”.
                           Cara meningkatkan Keimanan kepada Allah SWT         
Iman adalah Urat nadi dalam ajaran islam . harus dipelihara , agar tetap teguh beriman , tidak terpengaruh oleh berbagai godaan dan keadaan .
                                       Cara meningkatkan keimanan , antara lain dapat dilakukan sebagai berikut :
1.      Jangan suka meninggalkan Shalat lima waktu dalam sehari semalam . Usahakan mengerjakan tepat pada waktunya, dan berusahalah memahami arti bacaan shalat . Sehingga kita mengetahui makna apa yang kita ucapkan dalam bacaan shalat.
2.      Biasakan diri kita berdikir, terutama sesudah shalat. Kebiasaan berikir menumbuhkan kekuatan dan ketenangan batin .


ﺍﺫﻛﺮﻭ ﻧﮯ ﺍﺫﻛﺮ ﻛﻢ


                                       Artinya :
Ingatlah kamu kepadaKu , niscaya Aku akan memperhatikan mu “.

3.      Biaskan berdo’a terutama sesudah shalat. Berdo’a kepada allah berarti kita punya hubungan dengan Allah .Karena Allah tempat kita mengadu dan meminta sesuatu.

ﺍﺩ ﻋﻮﻧﻲ ﺍﺳﺘﺠﺐ ﻟﻜﻢ


                                       Artinya : berdo’alah  kepada Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu”. ( QS. Al Mukmin : 60 )

4.      Biasakan mengerjakan perbuatan yang  perbuatan yang baik, berusaha menghindari tingkah laku yang tidak senonoh.
                           Menjauhi larangan Allah
5.      Berusaha meningkatkan Ilmu pengetahuan. Ajaran Agama Islam lebih mudah dipahami dan dihayati dengqan ilmu pengetahuan . Allah berfirman :


ﻳﺮﻓﻊﺍﷲﺍﻟﺬﻳﻦﺁﻣﻨﻮﺍﻣﻨﻜﻢﻭﺍﻟﺬﻳﻦﺍﻭﺗﻮﺍﺍﻟﻌﻠﻢﺭﺟﺎﺕ


Artinya : Allah akan meningkatkan derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang berilmu pengetahuan”. ( QS. Al Mujadalah 11 )

6.      Suka bersedekah. kalau bisa tiap hari, walaupun hanya sedikit . 
   
                           Orang yang beriman kepada Allah akan memiliki sikap  kepribadian sebagai berikut :
a.       ia sadar bahwa kenikmatan  yang ia peroleh dalam hidup ini berasal dari Allah maka ia bersyukur kepada Allah.
b.      Ia menyadari bahwa ia pasti akan mati dan akan mempertanggun jawabkan segala perbuatannya selama hidup di dunia. Karena itu ia akan bertingkah laku dengan baik .
c.       Ia menyadari bahwa dirinya selalu dilihat oleh Allah,maka ia selalu berusaha berbuat baik.
d.      Ia menyadari kelemahan dirinya, maka ia tak mau bersikap sombong dan takabur.  


Tanda-tanda orang beriman, antara lain: 

1.      Taat beribadah, seperti selalu mengerjakan salat lima waktu sehari semalam, membayar zakat, mengerjakan puasa pada bulan Ramadan, pergi naik haji jika mampu dan menjauhkan diri dari perbuatan keji dan mungkar.
2.      Berbuat baik kepada ibu-bapak, tidak menyakiti hatinya, tidak berkata kasar atau menghardiknya, membantunya, jika mereka memerlukan bantuan. Harus hormat dan penuh kasih sayang kepada mereka yang telah memelihara, mendidik dan membesarkan kita.
3.      Berbuat baik kepada sesama manusia. Harus saling tolong menolong, apalagi sesama muslim, tidak saling mencemoohkan, menjauhi segala perbuatan yang menimbulkan rasa permusuhan, saling harga menghargai.


B. IMAN KEPADA MALAIKAT




Malaikat (ilustrasi)



Salah satu tanda orang yang taqwa kepada Allah adalah beriman kepada yang Gaib. Salah satu Iman kepada yang gaib adalah beriman kepada malaikat . Allah berfirman :

ﺫ ﻟﻚﺍﻟﻜﺘﺐﻻﺭﯾﺐﻓﻴﻪ ﻫﺪﺍﻟﻟﻤﺘﻘﻴﻦﺍﻟﺬﯾﻦﯾﺆﻣﻨﻮﻥﺑﺎﻟﻐﻴﺐﻭﯾﻘﻴﻤﻮﻥﺍﻟﺼﻠﻮﻩﻭﻣﻤﺎﺭﺯﻗﻨﻬﻢﻳﻨﻔﻘﻮﻥ


Artinya : “ Kitab ( Al Qur’an ) ini tidak ada keraguan padanya , petunjuk bagi mereka yang taqwa , yaitu mereka yang beriman kapada yang gaib, yang mendirikan sholat, dan menafkahkan sebagian hartanya yang kami anugrahkan kepada mereka ( QS. Al Baqoroh : 2- 3 ) 

Dengan beriman kepada Malaikat manusia dapat memmenuhi kehendaknya yang selalu ingin mengetahui hal-hal yang tidak terjangkau oleh panca inderanya. Hal-hal yang tidak terjangkau oleh panca indera manusia itu jika tidak ada jalan keluarnya maka manusia akan terpengaruh dengan cerita-cerita tahayul yang menimbulkan rasa takut . Ada pohon beringin  yang besar dianggap sakti, menyediakan sesajen di bawah pohon besar yang dianggap keramat, yang diyakini dapat menyelamatkan manusia. Perbuatan ini tidak benar menurut ajaran islam.                                                                                                                       
Orang yang beriman kepada Malaikat akan bebas dari rasa takut, tidak percaya kepada tahayul, tidak akan berbuat sesajen seperti uraian di atas.                                                                                                                                
                           Dengan beriman kepada Malaikat manusia akan berhati-hati dalam bertingkah laku. Karena ada malaikat yang mencatat setiap perbuatan yang baik dan yang buruk, yaitu Malaikat Rakib dan Malaikat Atid yang nanti akan ditanya di alam kubur, segala perbuatan kita.                     
                           Semua uraian di atas menunjukan bahwa beriman kepada malaikat suatu kewajiban.

                 
                           C. IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH 


             
                   

Kitab Al Qur'an




Iman kepada kitab-kitab Allah termasuk rukun iman yang ketiga. Beriman kepada kitab-kitab Allah artinya menyakini bahwa Allah telah menurunkan kitab-kitab kepada Rosulnya melalui Malaikat Jibril.  

Kitab-kitab yang diturunkan Allah itu untuk pedoman hidup manusia agar selamat dunia dan akhirat. Kitab-kitab itu ialah Tauret kepada Nabi Musa, Zabur kepada Nabi Daud, Injil kepada Nabi Isa, Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW.

Al-Quran adalah kitab Allah yang diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Al-Quran kitab suci umat islam. Al-Quran diturunkan Allah untuk pedoman hidup bagi seluruh umat manusia, dan berlaku sepanjang masa sampai hari kiamat nanti.

Dalam Al-Quran dijelaskan tata cara hubungan manusia dengan Allah, seperti tata cara mengerjakan salat, tata cara berpuasa, cara beriman kepada Allah dan sebagainya. Selain itu dijelaskan pula cara bergaul dengan sesama manusia, menghormati ibu bapak, dan bergaul dengan tetangga.

Manusia hidup perlu petunjuk agar kita mengetahui mana yang benar dan mana yang salah.Kita harus beriman kepada Al-Quran. Karena Al-Quran pedoman hidup bagi manusia. Karena itu jika kita ingin hidup selamat di dunia dan di akhirat kita harus mengamalkan hidup bagi manusia.


D. IMAN KEPADA RASUL-RASUL ALLAH




Nabi Muhammad saw



Laillahaillahaillalloh muhammadarosululloh


Nabi Musa as (ilustrasi)



Rasululloh Muhammad saw



       Kita ketahui kehadiran para Rasul adalah untuk membimbing umatnya ke jalan yang benar. Jika umat manusia tidak dibimbing oleh para rasul maka manusia tidak akan mengetahui: 
1.      Bagaimana semestinya berhubungan (ibadah) kepada Allah.
2.      Manusia tidak akan mengetahui secara jelas mana yang haram dan mana yang halal.
3.      Bahwa kehidupan tidak hanya di dunia saja, tetapi ada kehidupan di alam lain sesudah mati. Manusia selama hidup di dunia harus bertingkah laku yang baik, berlomba-lomba berbuat kebaikan.
4.      Manusia tidak akan mengetahui cara bergaul dengan sesama manusia, seperti bergaul dengan ibu-bapak, dengan tetangga, dengan saudara, kewajiban terhadap jenazah, hubungan laki-laki dengan perempuan dalam berumah tangga harus diikat dengan tali perkawinan, tidak boleh berbuat semaunya saja, dan sebagainya.

Jika tidak ada petunjuk dan bimbingan dari para rosul kepada umat manusia, akan terjadi kekacauan dan
pertentangan yang berkepanjang. Karena manusia akan menggunakan akal  pikirannya msing-masing yang saling berbeda. Demikian juga kita harus beriman kepada Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul Allah yang terakhir. Firman Allah dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 40:

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia   
adalah Rasulullah dan penutup para Nabi.
    
Ayat di atas menunjukan bahwa tidak ada Nbi atau Rasul sesudah Nabi Muhammad SAW. Siapa saja yang mengaku sebagai Nabi atau Rasul sesudah Nabi Muhammad SAW maka hal ini sangat bertentangan dengan Al-Qur’an. Orang  yang percaya kepada kebenaran Al-Qur’an adalah kafir.


E. IMAN KEPADA HARI AKHIR

Kita harus beriman kepada hari akhir dapat dilihat pada uraian di bawah ini:
 1. Setiap manusia pada akhir pasti mati, titak kekal.    
     Setiap tumbuh-tumbuhan pada akhirnya layu dan tidak kekal. 
     Setiap benda, seperti sepada, bangku, lemari, buku dan lain-lain,pada akhirnya rusak dan lenyap, 
     Tidak kekal.
 2. Bumi dan alam raya ini, seperti matahari nanti pada akhirnya akan berkurang kekuatan
     Cahayanya, akibatnya membawa malapetaka bagi kehidupan manusia.

Menurut geologi dalam perut bumi ada gas-gas panas yang selalu mendesak-desak keluar, sehinggaterjadi gempa. Lama kelamaan gas panas pada perut bumi akan mendingin. Akibatnya bumi akan pecah karena tekanan atmosfer dari luar, sehingga terjadilah kiamat. Jadi menurut ilmu pengetahuan, kiamat itu pasti terjadi. Bagi umat islam, hari kiamat itu pasti terjadi, sebab sudah dijelaskan melalui firman Allah dalam surat At-Takwir ayat 1-6:             

Apabila matahari digulung. Dan apabila bintang-bintang berjatuhan. Dan apabila gunung-gunung dihancurkan. Dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan).Dan apabila bintang-bintang liar dikumpulkan. Dan apabila lautan dipanaskan.”

Dari uraian di atas kita ketahui bahwa beriman kepada hari akhir merupakan  kehausan. Dengan demikian terdapat kesalahan antara pernyatakan Al-Qur’an dengan teori ilmu pengetahuan, bahwa akan terjadinya hari kiamat.

Apakah kehidupan manusia akan selesai begitu saja, setelah ia mati? Kehidupan manusia di dunia ini ada yang menganiaya, ada yang membunuh orang semena-mena, ada yang merampas harta orang lain, ada yang sewenang-wenang karena kekuasaannya, karena dapat menutup kesalahannya, dapat bebas dari hukuman.
Menurut akal yang sehat dan perasaan keadilan, orang yang berbuat kejahatan, tidak bisa bebas dari hukuman. Pasti akan adanya keadilan illahi. Orang yang berbuat jahat pasti akan mendapat hukuman. Tidak mungkin sama antara orang yang berbuat baik dengan orang yang berbuat jahat dan keji.

Begitu pula banyak orang telah berbuat baik, seperti telah membantu dan menolong orang lain sampai menjadi kaya, tapi dia sendiri tidak dapat apa-apa. Ada yang telah berjuang dan berkorban, tapi dilupakan orang jasanya. Ada orang yang telah menegakkan kebenaran ajaran agama, kurang mendapat perlakuan yang baik tetapi menurut ajaran islam, orang yang telah berbuat baik pasti akan mendapat balasan yang baik pula. Pasti ada keadilan illahi!

 “Patutlah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusuhan di muka bumi?Patutlah (pula) kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat?. (QS. Shaad:28)

Dari uraian di atas memang kita harus beriman kepada hari akhir. Karena pada hari akhir itulah allah mengadakan pembalasan terhadap manusia yang berbuat baik dan yang berbuat kejahatan.
Jadi manusia yang berbuat jahat, menganiaya orang lain, mengambil hak orang lain, mencari kekayaan dengan jalan tidak halal, melakukan korupsi, memperminkan kehidupan orang lain, jangan beranggapan akan bebas dari hukuman Allah.



langi terbelah (ilustrasi)


langit digulung (ilustrasi)

taman eden - firdaus - surga (ilustrasi)


F. IMAN KEPADA QADA DAN QADAR



qada da qadar (ilustrasi)

Qada Allah artinya keputusan Allah terhadap  sesuatu yang akan terjadi. Qadar Allah artiya kehendak Allah terhadap sesuatu yang telah terjadi.

Seseorang  sakit, dia pergi ke dokter. Iake dokter, tetapi tidak juga sembuh. Ia berobt lagi ke dokter yang lain, tetap saja tidak sembuh. Akhirnya ia meninggal dunia. Itulah qadar allah baginya.

Qada dan qadar Allah, tidak dapat diketahui manusia. Karena itu manusia harus berusaha. Qada dan qadar yang baik dan buruk kita serahkan kepada Allah. Bila kita telah berusaha, tapi gagal maka kita harus bersabar. Bila berhasil kita bersyukur kepada Allah.

Qada dan qadar yang baik dan yang buruk datangnya dari Allah. Manusia harus berusaha. Gagal atau berhasil tergantung kepada Allah. Itulh sebabnya kita dianjurkan berdoa kepada Allah dn berikhtiar.

Orang yang tidak percaya kepada qada dan qadar Allah, berarti tidak percaya kepada
Kekuasaan Allah. Bila ia gagal, ia qadar Allah menumbuhkan semangat rajin bekerja, rajin
Belajar. Oleh karena itu kita harus beriman kepada qada dan qadar dari Allah.
               


Wallohualambishawab