Saturday, September 24, 2016

Siapkan Tabungan Pensiun atau Kuliah Anak?


Coba Anda berpikir jernih, lupakan yang namanya egois.

 


Sebagai orang tua yang sudah memiliki anak, ada banyak dilema yang sering dihadapi terkait rencana finansial jangka panjang. Salah satunya adalah persiapan pensiun yang seringkali berbenturan dengan kebutuhan biaya kuliah anak.

Maklum, inflasi biaya pendidikan yang tinggi bisa membuat dana pensiun terkuras untuk membiayai anak yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Padahal, akan sulit rasanya bagi anak bila kita sebagai orang tua tidak membekalinya dengan pendidikan yang tinggi. Namun, apakah mungkin menyimpan dana pensiun sembari membiaya kuliah anak?

Anak punya alternatif biaya pendidikan

Menurut sejumlah perencana keuangan, bila kebutuhan biaya kuliah anak dan rencana pensiun berbenturan, orang tua wajib mendulukan rencana pensiun. Awalnya hal ini akan terdengar egois. Namun, bila dipikir lebih matang lagi, anak sebenarnya memiliki lebih banyak kesempatan untuk kuliah.

Salah satu alternatif adalah pinjaman bank untuk keperluan pendidikan. Sekarang ada banyak bank yang menawarkan pinjaman ini untuk para mahasiswa. Alternatif lain, anak bisa mencari beasiswa atau membiayai kuliah dengan mengambil pekerjaan sampingan.

Waktu orang tua terbatas

Sementara itu, orang tua memiliki waktu yang sangat sempit untuk mengumpulkan uang pensiun. Bila harus dibagi dengan kebutuhan biaya kuliah, bisa jadi target simpanan tidak terpenuhi dan orang tua harus menunda pensiun.

Bagi mereka yang bekerja di sektor informal seperti pengusaha dan pebisnis situasi ini bisa jadi masuk akal. Namun, bila kita adalah orang yang hiudp sebagai pekerja, masa pensiun tidak sepenuhnya berada di tangan kita, namun di tangan pemberi kerja alias perusahaan.

Orang tua masih bisa membantu

Meski demikian, kita tidak bisa juga melepas seluruh tanggung jawab membiayai kuliah anak. Sembari menabung untuk dana pensiun, Anda masih bisa menyiapkan biaya untuk sebagian uang kebutuhan kuliah anak seperti uang pangkal yang nilainya lumayan besar.

Lakukan perencanaan keuangan untuk itu. Buatlah target bujet dan lakukan audit terhadap keuangan Anda.

Cari ruang-ruang dana yang bisa diperoleh dari penghematan. Misalnya, Anda bisa memotong biaya langganan televisi kabel atau pengorbanan lain, seperti mengurangi bujet untuk hobi Anda.

Namun ingat, antara satu keluarga dan keluarga lainnya terdapat banyak perbedaan. Ada kebutuhan yang bisa dipotong di keluarga Anda namun sulit bila dipaksakan bagi keluarga yang lain.


source

No comments:

Post a Comment