Tuesday, August 9, 2016

Indikator Ekonomi Terpenting Yang Harus Dipertimbangkan




Banyak faktor yang mempengaruhi fluktuasi perdagangan Forex dari hari ke hari. Pasar valuta asing akan berubah tergantung pada faktor-faktor ekonomi yang berperan dalam pergerakan mata uang. Berikut ini adalah faktor-faktor ekonomi terpenting yang harus dipertimbangkan dalam trading forex.

Laporan ekonomi suatu negara

Keadaan ekonomi di suatu negara tertentu adalah salah satu indikator ekonomi ketika menganalisis Forex. Faktor ekonomi dan indikator yang dirilis oleh pemerintah atau oleh organisasi swasta dapat dijadikan standar kinerja ekonomi dari negara manapun. Laporan ekonomi suatu negara mengindikasikan kesehatan ekonomi negara tersebut, di samping laporan mengenai kebijakan pemerintah dan kejadian terkini.

Pada umumnya, broker-broker akan mencari informasi mengenai indikator ekonomi untuk mengetahui perdagangan mana yang menunjukkan sinyal yang baik. Laporan indikator ini dirilis pada waktu yang dijadwalkan dan dapat mengetahui apakah suatu negara tertentu mengalami peningkatan dalam perekonomian atau perekonomian negara sedang menurun. Faktor-faktor lain seperti angka pengangguran, statistik perumahan dan kondisi politik suatu negara juga dapat mempengaruhi perubahan dalam Forex.

Ketika suatu negara merasa optimis tentang situasi fundamental negara mereka, harga Forex akan mencerminkan kekuatannya. Tapi pada saat negara itu mengalami kerusuhan politik, sejumlah besar pekerja mengalami pengangguran dan inflasi, sehingga tingkat mata uang akan tercermin sebaliknya. Kadang-kadang, indikator seperti ini cenderung diabaikan, tetapi sebetulnya cukup penting dalam mempengaruhi fluktuasi mata uang.

Produk Domestik Bruto (PDB)

Produk domestik bruto atau PDB juga merupakan indikator ekonomi yang bisa digunakan untuk memantau perkembangan pasar valuta asing. PDB dianggap sebagai ukuran terluas pada perekonomian di suatu negara. Produk domestik bruto merupakan total nilai pasar dari semua barang dan jasa yang biasanya dihasilkan dalam setiap negara tertentu.

Hal ini biasanya diukur dalam jangka waktu satu tahun, bukan dalam beberapa minggu atau bulan. Menggunakan periode waktu yang lebih besar memberikan statistik yang baik pada produk dan jasa yang diproduksi di dalam negeri. Indikator seperti ini tidak digunakan sendirian ketika memprediksi Forex. PDB dianggap sebagai indikator lagging, artinya merupakan faktor terukur yang berubah setelah perekonomian sudah mulai mengikuti tren tertentu.

Laporan Penjualan Retail

Laporan penjualan retail adalah faktor ekonomi ketiga yang sering digunakan dalam menganalisis Forex. Laporan penjualan retail adalah penerimaan total dari semua toko retail di negara manapun. Biasanya, pengukuran ini tidak dalam bentuk eceran, tetapi merupakan sampel dari toko retail yang beragam di seluruh negeri. Hal ini dianggap sebagai indikator ekonomi yang sangat handal dan penting karena pola belanja konsumen diharapkan bisa terjadi sepanjang tahun. Biasanya retail berbentuk lagging indikator dan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang keadaan ekonomi di negara manapun.

Laporan Produksi Industri

Indikator ekonomi dapat diandalkan di pasar valuta asing lainnya adalah laporan produksi industri. Laporan produksi industri menunjukkan fluktuasi produksi di industri seperti pabrik dan utilitas. Laporan ini melihat produksi aktual dalam kaitannya dengan potensi kapasitas produksi selama periode tertentu. Ketika suatu negara berproduksi pada kapasitas maksimum, maka secara positif akan mempengaruhi Forex dan dianggap sebagai kondisi yang ideal bagi para trader.

Indeks Harga Konsumen

Selain produksi, ada satu lagi yaitu Indeks harga konsumen atau CPI. Ini adalah indikator ekonomi yang terakhir penting dalam menganalisis Forex. CPI adalah ukuran dari perubahan dalam harga barang konsumen di 200 kategori. Laporan ini dapat memberitahu apakah suatu negara membuat atau kehilangan uang pada produk dan layanan mereka.

Dengan demikian, faktor-faktor forex selalu mengikuti tren tertentu sehingga sangat penting untuk memahami bagaimana masing-masing faktor bekerja dalam memprediksi Forex. Sementara beberapa indikator ekonomi lainnya bisa digunakan sebagain pelengkap yang mendukung informasi dari faktor penting utama

Survei Usaha (Establishment Survey)

Sebuah survei usaha biasanya dilakukan dengan tujuan untuk mengukur beberapa variabel ketenagakerjaan yang berbeda-beda, dengan cara mensurvei, (gambaran kasarnya) sejumlah 400,000 perusahaan dan dengan total kurang lebih sekitar 47 juta orang di seluruh negeri. Survei tersebut dilakukan setiap bulan (biasanya setiap tanggal 12), dan hasilnya dilaporkan setiap Jumat pertama pada bulan berikutnya. Bagian-bagian utama dari sebuah survei usaha (establishment survey) adalah sebagai berikut:

Pembayaran sektor non pertanian (Non Farm Payroll/NFP)

Bagian ini merepresentasikan jumlah pembayaran atau upah yang diberikan kepada pekerja-pekerja diluar sektor pertanian, atau diluar pekerja-pekerja yang tersebut dibawah ini:

- Pekerja pertanian
- Kontraktor independen
- Pegawai pemerintah
- Pegawai/Karyawan organisasi non-profit

Meskipun data non-farm payroll ini tidak bisa dijadikan acuan bagi populasi besar secara keseluruhan, data ini masih tetap penting karena pembuatannya faktual dan merepresentasikan sejumlah besar partisipan. Dengan kata lain, dengan adanya data ini, maka ritme situasi ketenagakerjaan suatu bangsa dapat terpantau dan terawasi dengan baik.

Rata-rata penghasilan per jam kerja

Bagian ini merepresentasikan rata-rata upah per jam kerja setiap bulannya. Informasi ini penting karena dapat dijadikan sebagai ukuran apabila setiap bulannya terjadi perubahan khususnya pada pendapatan atau daya beli individu, yang nantinya berimbas nyata pada kondisi perekonomian secara keseluruhan. Kenaikan atau penurunan upah/pendapatan juga dapat diperbandingkan dengan laju inflasi bulanan, gunanya untuk melihat apakah upah mampu mengimbangi tekanan inflasi atau tidak.

Rata-rata hari kerja

Meskipun tampak seperti indikator ekonomi yang tidak terlalu penting, jumlah rata-rata hari kerja dapat memberikan dampak nyata terhadap perekonomian. Jika terjadi perubahan sepersepuluh persen saja, maka dapat jelas terlihat, ukuran keuntungan atau kerugian pada keseluruhan produktivitas ekonomi dan jumlah pendapatan pribadi individu.

Total jam kerja

Bagian ini merepresentasikan jumlah dari seluruh jam kerja per bulan semua karyawan non pertanian atau non-farm payroll (baik yang paruh waktu maupun penuh waktu). Indikator ini penting karena dapat dijadikan sebagai tolak ukur bagi kesehatan ekonomi secara keseluruhan.

@kfsoe