Monday, October 29, 2012

JABAL RAHMAH


Jabal Rahmah

Bukit Kasih Sayang di Padang Gersang










Jabbal Rahmah 


Tiang beton persegi empat itu menancap kokoh di puncak bukit batu. "Pasak" bukit berukuran lebar kurang lebih 1 meter dan tingginya sekitar 6 meter itu, seakan tak pernah sepi dari sentuhan jutaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia. Tugu inilah yang menjadi penanda puncak Jabal Rahmah, tempat yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi umat manusia. Di sinilah Nabi Adam bertemu kembali dengan Siti Hawa, setelah dua ratus tahun terlunta-lunta sejak terusir dari Surga.

Jabal Rahmah adalah perbukitan batu di kawasan kerontang Padang Arafah. Berjarak sekitar 20 kilometer dari kota suci Mekah. Bukit batu dengan ketinggian hanya sekitar 20 meter dari permukaan hamparan padang pasir ini, sejak dulu terutama saat musim haji dan umrah selalu diziarahi ribuan orang setiap harinya.

Jabal Rahmah yang sering dijuluki "Bukit Kasih Sayang" itu merupakan salah satu tempat favorit para penziarah yang berkunjung ke Tanah Suci. Tempat pertemuan nenek moyang manusia ini diyakini merupakan tempat yang afdhol untuk berdoa, terutama bermohon mendapat jodoh. Tak mengherankan jika kawasan ini semarak dengan hal-hal yang berkaitan dengan perjodohan, sarat dengan daya ungkap kasih sayang.

Tugu putih yang berdiri kokoh itu selalu berlepotan dengan tinta warna biru dan hitam, penuh dengan coretan-coretan ungkapan pengharapan dengan berbagai bahasa termasuk bahasa Indonesia yang terbilang cukup dominan. Meski setiap tahun petugas Arab Saudi selalu mengecat kembali dengan warna putih, coretan-coretan itu akan kembali mewarnai tugu asmara itu.

Selain di tugu, coretan pun memenuhi batu-batu besar di perbukitan itu, dan ini tampak begitu menonjol "gaya Indonesia"-nya. Juga berserakan aneka foto, tulisan doa yang umumnya adalah ingin mendapat jodoh yang cantik, tampan, saleh dan salehah bagi yang belum berkeluarga, dan doa lainnya.

Kawasan Jabal Rahmah bisa dikata "pasar" di kegersangan Arafah. Karena selalu ramai dikunjungi penziarah, tak mengherankan jika lokasi ini pun diikuti geliat kehidupan ekonomi. Penjual baju muslim, jilbab, lobe, sajadah, jam tangan dan tustel serta berbagai macam keperluan penziarah lainnya, terlihat laku keras di sana dan tidak terasa uang riyal mengalir di tempat itu. Tidak ketinggalan, mat kodak menjaja gambar di sana, termasuk bergambar di atas unta yang sudah terhias dengan aneka warna.