Sunday, April 3, 2011

Membantah Mitos Seputar Data NFP AS


Salah satu data Amerika yang di nanti oleh pelaku pasar adalah data NFP (Non Farm Payroll). Sebuah data yang melaporkan jumlah upah yang dibayarkan kepada tenaga kerja AS, diluar pegawai pemerintah, pegawai dalam setiap rumah tangga, pegawai yang bekerja pada organisasi LSM atau non profit/nirlaba dan buruh tani. Laporan yang direlease ini berupa perbandingan antara upah mingguan yang dibayarkan kepada komponen Non-Farm Payroll dengan total upah yang dibayarkan kepada semua Pekerja.

Dimana survey membuktikan bahwa jumlah upah yang dibayarkan ke dalam komponen Non-Farm Payroll "menyumbang" kira-kira 80% Gross Domestic Product Amerika Serikat (AS). Dimana laporan Non-Farm Payroll berguna bagi pemerintah AS untuk membuat kebijakan ekonomi pemerintahan dan juga dapat memprediksi aktivitas ekonomi dimasa mendatang. Laporan ini dibuat oleh Lembaga BPS AS yang bernama US Bureau of Labor Statistics. Laporan ini dibuat satu bulan sekali, pada hari Jumat, minggu pertama(awal bulan) pada pukul 19.30 atau 20.30 WIB.

NFP data yang di kramatkan oleh pelaku pasar.

Bukan hanya tempat-tempat atau benda-benda tertentu saja yang sering dikramatkan oleh sebagaian orang. Ternyata sebagian dari pelaku pasar pun mengkramatkan sebuah data yang sering di rilis oleh Negera AS terutama NFP ini. Dalam mindset sebagian pelaku pasar, data NFP ini seolah olah bisa memberikan berkah tersendiri. Kepercayaan yang berkembang di pasar, data ini bisa memberikan efek yang luar biasa. Yang mana Katanya, bisa memberikan pergerakan mata uang VS USD (GBP/USD,EUR/USD) antara 150-250 pips saat data ini dirlis.

Benarkah demikian?

Penulis sendiri tidak bisa membenarkan atau menyalahkan. Bisa saja data tersebut seperti demikian atau bahkan tidak sama sekali. Dengan kesimpulan Rilis data tersebut tidak bisa dijadikan tolak ukur.

Penulis tidak mengetahui darimana Alasan bahwa Data NFP bisa memberikan pergerakan sampai 250 pips. Hanya saja Kepercayaan yang berkembang di lingkungan pasar ini, setelah penulis melakukan pencarian kemungkinan terkontaminasi oleh rilis data NFP AS pada tahun 2006. Coba perhatikan Chart data ini





Chat diatas adalah sebuah data atas pergerakan mata uang versus USD ditahun 2006 saat dirilisnya data NFP. Penulis tidak mengetahui pasangan mata uang apa? Hanya saja pada umumnya yang menjadi incaran pada saat data NFP dirilis adalah EUR/USD atau GBP/USD.

Kebiasaan dikalangan para pelaku pasar saat data NFP ini dirilis yaitu dengan nongkrong didepan Komputer/laptop dengan melakukan order pending. Coba perhatikan tulisan yang banyak beredar di lingkungan para pelaku pasar khususnya trader Indonesia ini.

"Kamu kamu gak usah pusing mikirin ini news apa, yang jelas, setiap JUM’AT pada MINGGU PERTAMA Setiap BULAN, NEWS ini selalu Muncul, ya hanya sebulan sekali, pada Pukul 20.30 WIB."

Strategy:

Sebelum News muncul, mulai Pagi, LIBUR Trade.
Mulai Trade sebaiknya 30 menit menjelang News Muncul.
Pasang Perangkap,Caranya:

Cari Nilai High & Low transaksi 2 jam menjelang News Non Farm Payroll / NFP Muncul.

Silahkan Open BUY di HIGH, dan SELL di LOW.
Ambil Target +100 pips saja.
Ambil Stop Lose masing-masing 40 pips saja.
SELESAI

Strategy ini hamper 90% selalu sukses!

Jika anda trader dengan standart account, sebenarnya bisa melakukan trade disini cukup 1 (satu) kali satu bulan untuk target bulanan 100 pips. Maka dalam 3 bulan (hanya 3 kali trade anda sudah ROI), kuncinya utama strategi Non Farm Payroll / NFP ini adalah :

Ketahui kapan jadwal news NFP bakal muncul bulan ini. Siapkan Perangkap 100 pips di 10 menit menjelang News muncul dengan posisi seperti yang saya jelaskan diatas.

Jika anda sudah terbiasa dengan perangkap ini, gunakan Quantity 30 % dari Margin anda.

Nikmati hasilnya 1 bulan dan tunggu News Non Farm Payroll bulan depan untuk trade selanjutnya.

Hemat pulsa, libur trade 29 hari. Suit suit….

Simulasi:

Deposit $3000, Anda trade dengan $1000 (Quantity 100.000), maka keuntungan 1 pips = $10, dengan trade 15 menit sebulan sekali ini, 100 pips diperoleh sebagai target sehingga hasil bulanan cukup $1000 (10 juta bro! Hanya dengan 15 menit sebulan sekali).

Strategi diatas berkembang luas dikalangan para pelaku pasar. Seolah menjadi sebuah kepercayaan yang turun temurun dikalangan Trader, termasuk trader Indonesia. Penulis tidak mengetahui siapa pembuat sekaligus penyebar pertama atas tulisan diatas. Kalau saja diketahui kemungkinan ia bisa terkenal seperti Briptu Norman Kamaru

Namun Ada satu hal yang ingin penulis koreksi atau sanggah dari strategi open pending diatas. Penulis ingin mengatakan bahwa model diatas sangat berbahaya jika di cerna mentah-mentah dengan kita ikuti secara membabi buta. Terlebih kepada mereka yang baru terjun dipasar forex. Melakukan order dengan jumlah lot/quantity yang besar adalah berbahaya jika kita tidak tahu jelas kemana arah pergerakan mata uang tersebut.

Untuk membantah kepercayaan yang selama ini beredar, silahkan perhatikan chart di bawah ini



Ini adalah pergerakan mata uanga GBP/USD pada tanggal 1 april 2011 kemarin bergerak Cuma 55 pips saat malamnya ada data NFP AS dirilis. Pergerakannya tidak 55 pips saat data tersebut dirilis, tetapi 55 pips dalam 1 hari perdagangan dari awal pasar Asia sampai penutupan pasar Amerika

Pergerakan mata uanga GBP/USD pada tanggal 4 maret 2011 kemarin bergerak Cuma 69 pips saat malamnya ada data NFP AS dirilis. Dan perlu diketahui pergerakannya tidak 69 pips saat data tersebut dirilis, tetapi 69 pips dalam 1 hari perdagangan dari awal pembukaan pasar Asia sampai penutupan pasar Amerika.

Data dari Kedua Chart tersebut tidak menunjukan Harga bergerak 150-250 pips saat data NFP dirilis. Tapi justru dibawah 100 pips. Itu pun pergerakannya dalam satu hari perdagangan, tidak pada saat data NFP tersebut di rilis. Jadi harga sudah banyak bergerak sebelum data NFP tersebut dirilis

Bahayanya mengikuti kepercayaan yang selama ini berkembang adalah kita masuk dengan jumlah lot besar. Dengan harapan harga menyentuh salah satu dari order pending yang kita pasang yaitu BUY/SELL nya. Namun apesnya, ternyata harga menyentuh salah satu order pending kemudian berbalik arah dengan cepat sebelum menyentuh Take profit lalu menyentuh order yang lainnya. Sana sini kena Stop Loss atau Floating dengan jumlah besar.

Sungguh tragis bukan, niat hati membuat perangkap apalah daya malah terperangkap !

Kesimpulan dari tulisan ini adalah;

Pertama, Efek pergerakan harga saat data NFP dirilis tidak selalu 150-250 pips. Bisa saja kurang atau bahkan tidak sama sekali bergerak karena harga sudah bergerak banyak sebelum data tersebut dirilis.

Kedua, data-data masa lalu tidak bisa dijadikan alasan atau pedoman untuk melakukan order diwaktu selanjutnya.

Mengakhiri tulisan ini ada obrolan singkat antara penulis dengan salah seorang trader Indonesia.

Trader: Sebentar lagi data NFP dirilis. Trading Cukup sebulan sekali dengan open 5 lot saat data NFP dirilis..
Penulis: wah.. memangnya Anda cuma makan sebulan sekali yah? kalau saya makan sih tiap hari !!

Trader tersebut sekarang entah kemana? Hanya saja setelah obrolan tersebut ia tak pernah kelihatan online lagi.

Penulis : Rachmat Mubarok
Pendiri dan Pembina Kampus Trader
Email / YM : kampustrader@yahoo.co.id